Penerimaan Energi 2008 Turun
Rabu, 04 Apr 2007 13:38 WIB
Jakarta - Penerimaan negara dari sektor energi pada 2008 diprediksi menurun dibanding tahun ini. Turunnya penerimaan ini karena proyeksi harga minyak yang lebih rendah.Pada tahun 2008 penerimaan sektor energi diperkirakan hanya sebesar Rp 193,173 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 217,719 triliun.Angka tersebut berdasarkan data yang dipresentasikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, saat membuka program Executive MBA in Energy Management, Sampoerna School of Business and Management ITB, di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/4/2007).Menurut Purnomo, penurunan penerimaan ini karena asumsi harga minyak yang digunakan pada 2008 menurun dari asumsi tahun ini."Itu karena memang asumsi harga minyak kita pada 2008 kita gunakan US$ 54 per barel," kata Purnomo.Tahun ini asumsi harga minyak yang digunakan adalah sekitar US$ 63 per barel.Namun Purnomo menegaskan, bahwa harga minyak bisa berubah setiap saat. Jika pada 2008 nanti harga minyak berubah maka perkiraan penerimaan juga berubah.Rincian penerimaan negara pada 2008 adalah, untuk minyak Rp 99,798 triliun, turun dari 2007 yang sebesar Rp 119,976 triliun.Sedangkan untuk gas bumi pada tahun 2008 sebesar Rp 55,767 triliun, dibanding 2007 sebesar Rp 61,158 triliun.Untuk pertambangan umum 2008 sebesar Rp 30,542 triliun dan 2007 sebesar Rp 28,305 triliun.Sedangkan lain-lain sisanya di 2008 sebesar Rp 7,064 triliun dibanding tahun 2007 sebesar Rp 8,280 triliun.
(ir/qom)











































