3 Risiko Besar Ekonomi Dunia
Senin, 09 Apr 2007 17:59 WIB
Jakarta - Perekonomian dunia semakin sulit untuk diprediksi. Jika pemerintah tidak pintar-pintar mengambil kebijakan, dapat memberikan implikasi negatif.Setidaknya ada 3 risiko besar dalam perkembangan ekonomi dunia yang mengancam, pertama perlambatan ekonomi dunia, kedua masih adanya tingkat volatilitas dalam pasar uang yang tinggi dan tidak menentu.Yang ketiga adalah uncertainty atau ketidakpastian harga komoditi termasuk harga minyak dan harga komoditi pertanian yang lain. "Dulu kan kita mengatakan ini akan turun ternyata sekarang naik lagi jadi masih ada ketidakpastian," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu, di Gedung E Depkeu, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (9/4/2007).Anggito melanjutkan, meski diprediksi ada perlambatan perkonomian dunia, namun setidaknya perkonomian Jepang sebagai negara maju yang ikut menopang perokonomian dunia telah kembali pulih. Dengan pulihnya perekonomian Jepang sedikit banyak memberikan optimisme untuk perekonomian dunia bergerak normal kembali."Tetapi hal yang baik adalah ekonomi Jepang sudah membaik, ekonomi Cina juga masih double digit," ucapnya.Perlambatan perekonomian dunia tentunya akan berimbas pada perlambatan perekonomian dalam negeri Indonesia. Namun perlambatan perekonomian dunia tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena adanya Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas antara Korea dan Amerika.Dengan adanya FTA tersebut diprediksi akan meningkatkan volume perdagangan Indonesia ke Korea, karena meningkatnya perdagangan Korea ke Amerika Serikat.
(hdi/ddn)











































