IMF: Risiko Ekonomi Mengecil

IMF: Risiko Ekonomi Mengecil

- detikFinance
Selasa, 10 Apr 2007 09:39 WIB
Washington - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai risiko dalam ekonomi global kini sedikit berkurang dibandingkan periode enam bulan lalu.Meski terjadi perlambatan ekonomi di AS akibat lunglainya pasar perumahan, namun risiko global terlihat lebih kecil.Demikian penjelasan Direktur IMF Rodrigo Rato yang berbicara di depan forum Peterson Institute of International Economics di Washington, seperti dilansir BBCNews, Selasa (10/4/2007). Rato juga menyoroti pentingnya bank sentral menjinakkan inflasi agar bisa membantu turunnya harga minyak dunia demi mencegah ketidakseimbangan global.Bagaimanapun ketidakseimbangan global dianggap menjadi ancaman terbesar untuk stabilitas jangka panjang. Hal ini juga bisa mengancam kegiatan perdagangan dan investasi terutama masalah kredit dan pinjaman. Rato juga melihat tingkat kepercayaan yang berlebihan pada konsumsi AS justru akan mendorong ketidaksinambungan lain dalam ekonomi jangka panjang."Jika pemimpin politik tidak segera memikirkan pentingnya masalah ketidakseimbangan global karena hanya puas pada pengembangan pasar keuangan, ini akan menjadi lebih sulit meyakinkan mereka agar mengambil tindakan yang dibutuhkan dalam mempertahankan kemakmuran yang berkelanjutan," tutur Rato.Rato juga mengatakan IMF telah berbicara dengan Cina, baik secara terbuka maupun dalam pertemuan tertutup untuk segera melakukan fleksibilitas nilai tukarnya.Beijing dituduh telah melakukan pengecilan nilai mata uangnya, yang membuat ekspor Cina sangat merajai pasar global.Untuk tahun 2007 Rato memprediksi pertumbuhan ekonomi global hanya akan mencapai 5 persen yang disokong dari pertumbuhan ekonomi Cina dan India serta membaiknya ekonomi Jepang.Sejak terjadinya masalah dalam pasar perumahan dan propeti di AS, sejumlah pelaku pasar mulai khawatir hal ini akan berdampak pada ekonomi global.Namun IMF menegaskan masalah di AS hanya bersifat spesifik dan seharusnya tidak melebar atau menular ke negara lain. (ir/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads