Investasi PMA-PMDN Naik 27%

Triwulan I-2007

Investasi PMA-PMDN Naik 27%

- detikFinance
Selasa, 10 Apr 2007 15:21 WIB
Jakarta - Total realisasi investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang triwulan I-2007 mencapai Rp 40,59 triliun. Angka ini naik 27,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar Rp 31,92 triliun.Hal ini dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Luthfi, dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4/2007)."Kenaikan investasi ini sudah dimulai kuartal terakhir 2006 dan minat investasi sudah semakin membaik. Dengan adanya UU PM dan Bea Cukai saya kira dampaknya akan lebih baik lagi untuk perkembangan investasi di Indonesia," kata Luthfi.PMDNUntuk PMDN pada triwulan I-2007 total investasi sebesar Rp 13,68 triliun, atau naik 60,56 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.Investasi PMDN terbesar terdapat di industri kertas dan percetakan senilai Rp 3,82 triliun dengan 2 proyek. Kedua, industri logam, mesin, dan elektronika senilai Rp 2,9 triliun dengan 5 proyek. Ketiga, industri makanan senilai Rp 2,4 triliun dengan 9 proyek. Keempat, tanaman, pangan dan perkebunan Rp 1,7 triliun dengan 5 proyek. Kelima, konstruksi senilai Rp 1,4 triliun dengan 1 proyek.Investor PMDN paling banyak berinvestasi di daerah Jambi Rp 3,7 triliun dengan 1 proyek. Sulawesi Tenggara Rp 2,7 triliun dengan 1 proyek. DKI Jakarta Rp 2,4 triliun dengan 11 proyek. Riau Rp 1,8 triliun dengan 5 proyek dan Jawa Timur Rp 672,3 miliar dengan 4 proyek.Investasi PDMN selama triwulan I-2007 berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 30.263 orang.PMAUntuk PMA total realisasi investasi triwulan I-2007 senilai Rp 26,91 triliun atau US$ 2,99 miliar. Angka ini naik 15 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.Investor PMA paling banyak berinvestasi di sektor pertama, industri kimia dan farmasi US$ 1,49 miliar dengan 10 proyek. Kedua, industri kertas, barang dari kertas dan percetakan US$ 394,3 juta dengan 3 proyek. Ketiga, pertambangan US$ 252,3 juta dengan 8 proyek. Keempat, industri makanan US$ 189,8 juta dengan 20 proyek. Kelima, konstruksi US$ 149,3 juta dengan 6 proyek.Daerah yang paling banyak diminati investor PMA adalah Jawa Timur US$ 1,48 miliar dengan 21 proyek. DKI Jakarta US$ 662,9 juta dengan 95 proyek. Riau US$ 392,4 juta dengan 3 proyek. Jawa Barat US$ 200,1 juta dengan 55 proyek. Banten US$ 86,5 juta dengan 19 proyek.Asal negara terbesar untuk PMA adalah Inggris US$ 1,4 miliar dengan 17 proyek. Taiwan US$ 398,4 juta dengan 11 proyek. Australia US$ 179,2 juta dengan 8 proyek. Korea Selatan US$ 165,2 juta dengan 46 proyek. Jepang US$ 149,1 juta dengan 24 proyek.Penyerapan tenaga kerja dari PMA mencapai 44.988 orang. Sehingga total penyerapan tenaga kerja baik PMA maupun PMDN sebesar 75.251 orang. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads