NSW Indonesia Paling Rumit
Selasa, 10 Apr 2007 16:26 WIB
Jakarta -
Penerapan National Single Window (NSW) di Indonesia paling rumit dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Indonesia yang memiliki banyak provinsi dan banyak pelabuhan memberikan kesulitan tersendiri untuk penerapannya.Pada tahun 2008 nanti, negara-negara ASEAN melalui ASEAN Single Window (ASW) akan mengintegrasikan sistem pencatatan arus barangnya."Bagi Indonesia ini tantangan cukup besar, karena Indonesia negara terbesar di Asean. Pelabuhan di mana-mana, arus barang lebih rumit, tidak bisa dibandingkan dengan negara yang lebih kecil," ujar Menkeu Sri Mulyani di Graha Sawala Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/42007).Oleh karenanya, kata Sri Mulyani, penerapan NSW di Indonesia akan dilakukan pada pelabuhan-pelabuhan besar seperti pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Emas, Perak dan Batam."Di Tanjung Priok itu, dia mengadministrasikan 60-70 persen dari seluruh lalu lintas barang di Indonesia, jadi kalau pelabuhan Priok bisa, relatively untuk pelabuhan lain mungkin menjadi lebih mudah," ucapnya.Fokus utama yang dilakukan pemerintah pada tahun 2007 ini adalah merapikan dan mendisiplinkan semua prosedur dan bisnis proses pada masing-masing lembaga terkait."Kemarin, hampir semua lembaga sudah comply (patuh). Ada 1-2 yang masih agak terlambat. Ibu Mari (Mendag) yang melakukan koordinasi, kemudian kalau disiplin bisnis prosesnya sudah mereka dimasukan ke dalam sistem elektronik," jelas Sri Mulyani.
(hdi/qom)










































