Bulog Berharap Dapat Subsidi Bunga Kredit
Selasa, 10 Apr 2007 16:41 WIB
Jakarta - Perum Bulog berharap pemerintah dan perbankan memberikan subsidi bunga kredit. Bulog akan berkonsultasi dengan Menteri Keuangan dan perbankan untuk meminta penurunan suku bunga.Hal tersebut disampaikan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4/2007).Mustafa berharap perbankan memberikan perhatian khusus dalam rangka revitalisasi pertanian. Banyak negara yang memberikan subsidi yang tinggi untuk mendukung sektor pertanian. "Tapi kenapa kita yang negara agraris tidak memberi perhatian seperti subsidi yang wajar bagi petani. Bulog sendiri akan minta Menkeu, perbankan untuk memberi special rate dalam kredit kepada Bulog," ujarnya.Umumnya pinjaman dari Bulog itu mendapat jaminan dari dana pemerintah. Jadi perbankan tidak memiliki risiko dari sisi jaminan."Jadi apabila kita meminta keringanan bunga itu sangat wajar. Saya harapkan APBN bisa membantu menyediakan bagian dari subsidi," imbuhnya.Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pun sependapat. HKTI meminta adanya perlakuan khusus dalam pengenaan suku bunga kredit bagi Perum Bulog. Alasannya Bulog adalah perusahaan yang bertugas mengamankan stabilitas pangan dan ekonomi dan bukan perusahaan komersial."Melihat keberpihakan bank pemerintah dan Bank Indonesia, organisasi tani berpendapat harus ada keberpihakan. Jelas Bulog ini bukan perusahaan komresial. Jadi jangan disamakan dengan perusahaan biasa. Bulog ini milik bangsa dengan peran strategis menjaga stabilitas pangan dan ekonomi," kata Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto.Bulog jika meminjam dana ke perbankan dikenakan suku bunga komersil hingga 15 persen. Prabowo berpendapat hal ini tidak layak dan tidak logis. Dia mempertanyakan kenapa pemerintah hanya memberikan program subsidi kredit untuk kelapa sawit."Perusahaan ini penting bagi rakyat terutama menyangkut kehidupan sebagian besar rakyat yang 70 persen menggantungkan hidupnya di pertanian, jadi tidak logis diberi kredit bunga komersial hingga 15 persen," ujarnya.Selain Perum Bulog, yang perlu mendapat suku bunga lunak antara BUMN Sang Hyang Seri dan Induk Koperasi Tani dan Nelayan (Inkoptan)."Turun 2-3 persen itu sangat berpengaruh. Tahun ini saja Bulog membayar Rp 900 miliar hanya untuk membayar bunga," ujarnya.
(ddn/qom)











































