El Nino Datang, Pemerintah Harus Diversifikasi Pangan
Selasa, 10 Apr 2007 18:02 WIB
Jakarta - Fenomena alam El Nino yang diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun 2007 ini dikhawatirkan akan mengakibatkan krisis pangan. Pemerintah harus segera melakukan diversifikasi pangan.Hal tersebut disampaikan pengamat perberasan Muslimin Nasution yang juga ketua Majelis Wali Amanah IPB dalam diskusi bertajuk 'Ada Apa dengan Beras' di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4/2007)."Badai El Nino itu terjadi dalam siklus 10 tahunan. Pada tahun 1997 berat sekali, 3,5 juta hektar lahan sawah terbakar. Di tahun 2007 ini kita harus siap-siap karena akan terjadi lagi," ujarnya.Diversifikasi pangan dari beras ke tepung perlu dilakukan. Tepung bisa diproduksi dengan biaya lebih murah dari ubi jalar maupun ubi kayu."Kita tidak mungkin mempertahankan beras sebagai bahan dasar pangan, kita harus segera mempersiapkan keanekaragaman pangan, misalnya saja untuk beras raskin membutuhkan 2,3 juta ton per tahun. Apabila dapat dikonversi 10 persen saja dengan tepung itu sudah cukup signifikan, dari tepung bisa jadi kue roti dan macam-macam," ujarnya.Muslimin memperkirakan krisis pangan akibat El Nino bukan hanya akan terjadi di Indoonesia, tapi juga di Vietnam yang selama ini merupakan negara tujuan impor beras Indonesia.Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto juga mengkhawatirkan tahun ini akan terjadi krisis pangan."Ada yang mengatakan tahun ini akan terjadi super El Nino yang lebih berat dari tahun-tahun lalu. kondisi yang tidak menggembrikan ini harus segera diantisipasi. Kami mendesak pemerintah agar berpihak lebih banyak kepada sektor pertanian," ujarnya dalam jumpa pers di Perum Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
(ddn/qom)











































