PLN Mulai Tender Transmisi dan GI Senilai Rp 18 Triliun

PLN Mulai Tender Transmisi dan GI Senilai Rp 18 Triliun

- detikFinance
Selasa, 10 Apr 2007 19:57 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) memulai tender transmisi dan gardu induk (GI) senilai Rp 18 triliun dalam rangka crash program pembangunan PLTU 10.000 megawatt (MW).Pembangkit-pembangkit baru itu harus diselesaikan 6 bulan sebelum target operasional tahun 2009. Rencananya, pembangunan sarana-sarana transmisi dan GI itu dilakukan serentak di seluruh Indonesia.Untuk tahap pertama, PLN akan mengumumkan lelang transmisi dan GI pada Rabu, 11 April 2007 besok. Ruang lingkup pekerjaan sarana tersebut adalah pembangunan saluran transmisi dan GI yakni:1. Lokasi di Jawa Bali : Transmisi baru     : 543     km routeTransmisi uprating    : 793,4     km routeGardu Induk baru     : 40     lokasi,     1560 MVAGardu Induk ext.    : 111     lokasi,     6470 MVA2. Lokasi di Luar Jawa Bali :Transmisi baru     : 1546    km routeTransmisi uprating    : 133     km routeGardu Induk baru     : 35    lokasi,    1710 MVAGardu Induk ext.    : 3    lokasi,    90 MVAPembangunan 5 pembangkit sebelumnya telah ditandatangani oleh PLN dan disaksikan Presiden SBY pada 21 Maret lalu. Lima pembangkit yang sudah diteken pembangunannya itu adalah PLTU Suralaya-Banten 600 MW, PLTU Labuan-Banten 2X300 MW, PLTU Indramayu-Jabar 3X300 MW, PLTU Paiton Baru-Jatim 1X699 MW, PLTU Rembang-Jateng 2X300 MW. "Pembangunan transmisi dan GI ini mempunyai kandungan lokal tidak kurang dari 50 persen," kata Direktur Transmisi dan Distribusi PLN, Herman Darnel Ibrahim dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (10/3/2007).Menurut Herman, penggunaan komponen lokal tersebut diharapkan dapat pula mendorong pengembangan industri peralatan listrik dan jasa instalasi dalam negeri. Kandungan lokal tersebut yang utama adalah gedung kontrol, pondasi, kabel kontrol, kawat/konduktor, menara listrik tegangan tinggi, isolator, panel, serandang gardu induk, trafo daya, erection dan stringing.Mengenai total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 18 triliun, Herman menjelaskan bahwa sumber pendanaan akan berasal dari APBN, APLN, kredit ekspor dan pinjaman. Khusus untuk tahun 2007, dana yang disediakan mencapai Rp 6 triliun. Sisa dana yang dibutuhkan akan disebar dari tahun 2007 hingga 2010."Dengan selesainya proyek ini, nantinya diharapkan sekaligus dapat mengakhiri seluruh kebijakan-kebijakan pelayanan PLN yang selama ini berlangsung seperti Daya-Max Plus dan tarif Multiguna," tandas Herman. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads