Modal PT SMF Rp 1 Triliun Belum Juga Dimanfaatkan
Rabu, 11 Apr 2007 17:48 WIB
Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang dibentuk September 2005 silam, hingga kini belum memberikan gebrakan kinerja. Padahal lembaga yang dimaksudkan untuk memecahkan masalah pembiayaan rumah itu sudah mendapatkan suntikan dana awal hingga Rp 1 triliun."Dana Rp 1 triliun yang ditempatkan dari APBN ternyata belum dimanfaatkan. Menurut saya, seharusnya dimanfaatkan dulu. Tapi SMF sendiri kan di bawah Menkeu. Jadi beliau yang harus instruksikan," ujar Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari usai pelantikan Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4/2007).PT SMF dibentuk pada September 2005, saat menteri keuangan masih dijabat Jusuf Anwar. Lembaga tersebut semula dibentuk untuk mengatasi masalah pendanaan pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). PT SMF yang dibentuk untuk mewujudkan target 1 juta rumah memiliki modal awal hingga Rp 1 triliun. PT SMF dibentuk untuk mengatasi adanya kesenjangan atau missmatch pendanaan rumah yang selama ini dialami perbankan. Bank selama ini mengalami missmatch karena pendanaan rumah bersifat jangka panjang, sementara dana yang dikumpulkan bank umumnya bersifat jangka pendek.Menurut Yusuf, hingga saat ini belum ada satu portfolio BPR pun yang dibeli sama SMF, padahal pembentukannya sudah sekitar 2 tahun. "Menurut saya, itu ditaruh dulu di BPR. Konon mereka sedang mengeluarkan aturan untuk membeli, tapi kapan selesainya saya tidak tahu," ujarnya. Yusuf mengungkapkan, PT SMF ternyata menghadapi kendala agunan. Berdasarkan aturan, agunan tidak otomatis berpindah kalau portofolio itu bertpindah tangan. "Jadi kalau SMF beli dari bank dan jual kepada investor, jadi ini tidak otomatis pindah. Itu yang sekarang masih dipersoalkan, termasuk UU sekuritisasi sendiri yang belum terbit," jelasnya.Selain itu, lanjut Yusuf, masalah PPN juga masih mengganjal. Menurutnya, di negara-negara lain, pasar sekunder pendanaan perumahan itu tidak kena PPN lagi," tambahnya. Yusuf menyesalkan PT SMF yang tak kunjung menggunakan modal awal Rp 1 triliun tersebut. "Saya berharap ini digunakan dan jumlahnya semaksimal mungkin. Jadi dengan bunga tidak terlalu tinggi, sehingga bisa menurunkan harga KPR ini yang saya harapkan, tapi ini belum," tandasnya.
(qom/ddn)











































