Dirut Bulog Belajar di Vietnam

Dirut Bulog Belajar di Vietnam

- detikFinance
Rabu, 11 Apr 2007 18:39 WIB
Jakarta - Iklim dan sistem pertanian di Vietnam saling bersahabat. Tak heran, produksi beras Vietnam sangat lancar. Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar pun terkagum-kagum dibuatnya. "Saya belajar dari Vietnam, banjir itu berkah sepeti diatur. Setiap Oktober banjir, sesudah puncak panen Agustus. Lalu September sawah diistirahatkan dengan membakar jerami untuk hilangkan siklus hama," cerita Mustafa.Secuil pengalaman kunjungan Mustafa ke Vietnam itu dikisahkannya saat berbincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/4/2007).Banjir yang terjadi pada bulan Oktober di Vietnam, selanjutnya membawa zat hara baru. Areal persawahan disapu seperti mengelontor tambak sesudah panen."Panen disana tiga kali karena tanah subur, pupuk tidak penting cukup mengandalkan kesuburan tanah. Tidak pakai pestisida sehingga kualitas produk jauh dari sentuhan kimiawi. Bibit pun lokal tidak pakai hibrida. Yang luar biasa mereka dapat membuat biaya produksi rendah itu hebat," ujar Mustafa terkagum-kagum.Produksi beras di Vietnam pun sangat lancar. Tak heran, negara kecil tersebut tak pernah menyetok beras. "Stok Bulog vietnam hanya 100 ribu ton karena produksi mereka begitu lancar buat apa stok banyak," ungkapnya.Menurut Mustafa, kondisi tersebut sangat kontradiktif di Indonesia. "Saya datang ke Karawang melihat panen. Ke arah utara padi menguning, ditengah menghijau, ke arah lainnya baru tanam lalu kapan siklus hama terputus? Ketika saya tanya kenapa tidak bersamaan, itu karena Waduk Jatiluhur tidak bisa mengairi secara bersamaan," urainya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads