Kontrak Impor Beras RI-Vietnam Diperpanjang Sebulan

Kontrak Impor Beras RI-Vietnam Diperpanjang Sebulan

- detikFinance
Rabu, 11 Apr 2007 18:59 WIB
Jakarta - Kontrak impor secara government to government (g to g) antara Indonesia dan Vietnam yang sudah habis pada Maret, diperpanjang hingga April. Namun berapa jumlah beras yang akan diimpor dari Vietnam, masih menunggu jumlah penyerapan dari petani dalam negeri.Perpanjangan kontrak impor itu dilakukan lansung oleh Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar saat mengunjungi Vietnam."Saya baru pulang dari Vietnam untuk melanjutkan keputusan dari Mendag bahwa Bulog mengamankan dan melaksanakan satu juta ton yang telah komitmen dengan Menteri Vietnam," ungkap Mustafa dikantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/4/2007).Menurut Mustafa, beras Vietnam itu baru akan direalisasikan bila pasokan dalam negeri tidak cukup. "Tapi kalau cukup satu juta itu tidak mesti direalisir," tambahnya.Mengenai harga beras dari Vietnam, Mustafa mengaku Indonesia mendapatkan harga yang cukup murah ketimbang yang dijualnya kepada negara-negara lain."Kita dapat penjelasan harga ke Filipina, Jepang dan Indonesia. Indonesia diprioritaskan dan dapat harga lebih murah sekitar Rp 3.100/kg, padahal harga jual di dalam negeri Vietnam Rp 4.000/kg sama seperti di Jakarta," tambahnya.Menurut Mustafa, harga murah itu bisa diperoleh karena Indonesia dianggap cukup berjasa memberi bantuan beras pada Vietnam di masa lalu. Ia mengisahkan, ketika zaman Presiden Soekarno, Indonesia membantu memberi beras kepada Vietnam yang kala itu kesusahan pangan. Vietnam pun akhirnya merasa utang budi, dan menyatakan kesiapannya untuk memberi beras kepada Indonesia tiap kali dibutuhkan.Bulog memperkirakan pada tahun 2007 akan mengimpor 775 ribu ton yang akan diupayakan dari Vietnam 250 ribu ton, g to g dengan Thailand 200 ribu ton, tender tahap satu 250 ribu ton, dan dari tender tahap dua sebanyak 75 ribu ton. (arn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads