BUMN Sering Diintervensi

Menneg BUMN:

BUMN Sering Diintervensi

- detikFinance
Kamis, 12 Apr 2007 11:15 WIB
Jakarta - Meski sudah banyak BUMN menerapkan Good Corporate Governance (GCG), namun tetap saja perusahaan pelat merah ini sering jadi sasaran intervensi dari beberapa pihak."Masih banyak intervensi dari pemangku kepentingan yang terjadi di BUMN dan ini harus diperbaiki, demikian juga dengan praktek-praktek KKN," kata Menteri Negara BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikan Sugiharto dalam pidato sambutan acara Rapat Koordinasi Badan Usaha Milik Negara 2007 (Forum BUMN) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/4/2007).Karena itu, menurut Sugiharto privatisasi BUMN sangat penting dilakukan. Privatisasi BUMN akan memicu penerapan GCG yang lebih baik, daya saing dengan pihak swasta dan juga sebagai sumber permodalan bagi BUMN itu sendiri."Hal ini juga bisa meningkatkan perkembangan pasar modal kita," ujarnya. Sugiharto mengatakan bahwa pada tahun ini privatisasi yang akan dilakukan adalah IPO Jasa Marga dan secondary offering BNI.Selain itu, menurut Sugiharto, BUMN juga harus melakukan restrukturisasi secara korporat dan keuangan. "Penerapan manajemen risiko dan GCG begitu penting agar BUMN maju dan bersaing," ujarnya.Proses percepatan privatisasi dan restrukturisasi BUMN juga diperlukan untuk memperbaiki dan meningkatkan daya saing BUMN dengan swasta. "Masih ada hal yang perlu diperbaiki oleh BUMN seperti penerapan GCG, contohnya pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan kejadian beberapa saat lalu, keterbukaan informasi sebagai perusahaan publik sangat penting sehingga kepercayaan pemilik modal dan investor semakin meningkat, hal ini harus menjadipelajaran," ujarnya.Sugiharto menilai kinerja BUMN sudah mulai membaik. "Tahun 2006 setoran dividen BUMN kepada pemerintah meningkat 2 kali lipat menjadi Rp 493 triliun, dan BUMN yang merugi berkurang menjadi 20 BUMN dengan jumlah kerugian Rp 2,3 triliun di 2006 dari Rp 5,3 triliun di 2005," jelas Sugiharto.Karena itu, Sugiharto mengatakan bahwa untuk 3 tahun ke depan, BUMN harus bisa menyelesaikan hambatan-hambatan tadi. "Jalannya dengan percepatan privatisasi dan restrukturisasi BUMN, sehingga BUMN dapat bersaing dan meningkatkan perannya bagi perekonomian negara," ujarnya. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads