RI Ditawari BUMN Uzbekistan
Kamis, 12 Apr 2007 12:51 WIB
Jakarta - Tahun 2007 hingga 2008 Uzbekistan kembali menawarkan kepemilikan saham BUMN yang selama ini dikuasai pemerintah Uzbekistan kepada Indonesia. Privatisasi dilakukan untuk penyehatan BUMN.Dalam kurun waktu 2006-2008, Pemerintah Uzbekistan berencana menjual 1.495 BUMN-nya. Pada tahun 2006 Uzbekistan menjual sekitar 596 perusahaanya. Sisanya dijual pada tahun 2007 dan 2008."Pemerintah Uzbekistan memprogramkan privatisasi pada tahun 2006-2008 share holding dari 1.495 BUMN ditawarkan untuk dijual ke sektor swasta," ujar Ketua Umum Kadin Uzbekistan Ali Shor Shaykhov saat menjadi pembicara dalam seminar investasi dan bisnis forum Indonesia-Uzbekistan di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta, Kamis (12/4/2007).Shaykov memerinci 1.495 BUMN itu adalah 132 perusahan di bidang minyak dan gas, 44 industri tekstil, 25 di sektor energi, 37 BUMN industri makanan, 27 BUMN industri kimia, 11 BUMN industri elektronik, 25 perusahaan kereta api, 217 perusahaan pertanian, 4 telekomunikasi dan sisanya industri lain-lain.Pada tahun 2007-2008 ada 899 BUMN Uzbekistan yang akan dilego. Yakni 76 BUMN bidang minyak dan gas, Industri tekstil 39 BUMN, 31 BUMN industri makanan, 23 BUMN industri kimia, 1 BUMN elektronik, 14 BUMN kereta api, 62 BUMN pertanian, 2 BUMN telekomunikasi, dan sisanya BUMN lainnya."BUMN akan ditawarkan kepada negara yang mempunyai sosial budaya sama dengan Uzbekistan, diantaranya Indonesia dan negara Timur Tengah," ujarnya.Nominal saham yang dijual pun bervariasi. Untuk BUMN sektor minyak dan gas saham yang dijual antara 26-100 persen, BUMN kimia 49-100 persen, sektor energi 49 persen ke atas.Di sektor pariwisata ada Layner Recreation Zone, dengan harga penawaran US$ 996.000, Uzelektromontaj Recreation Zone senilai US$ 179.000, Algoritm Recreation Zone US$ 70.000. Markaziy Hotel dijual 100 persen dengan harga US$ 88,928 juta, Tashkent Palace 99 persen senilai US$ 24 juta.
(ddn/qom)











































