Arutmin-Darma Henwa Pasok 50% Batubara Crash Program
Kamis, 12 Apr 2007 15:39 WIB
Jakarta - Konsorsium Arutmin dan Darma Henwa akan memasok 50% kebutuhan batubara untuk proyek pembangkit 10.000 MW atau crash program. Batubara yang dipasok mencapai 10,2 juta ton per tahun dari kebutuhan total sebesar 21 juta ton per tahun. "Jadi konsorsium ini (Arutmin-Darma Henwa) memasok sekitar separuhnya dari total kebutuhan," ujar Deputi Direktur Energi Primer PLN Tonny Agus dalam peluncuran ICI Mastering The Coal Market by Using ICI di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (12/4/2007).Konsorsium yang menambang di Kalimantan Selatan ini akan memasok batubara untuk PLTU di 13 lokasi. Pemasok lain yang sudah meneken Letter of Intent dengan PLN adalah Konsorsium PT Kasih Industri Indonesia dan PT Senamas Energindo Mulia yang menambang di Kalimantan Selatan. Konsorsium ini akan memasok PLTU di 5 lokasi dengan volume 4,6 juta ton per tahun. Selain itu PT Titan Mining Energy yang menambang di Jambi akan memasok untuk pembangkit di 5 lokasi dengan volume 3,4 juta ton per tahun. Juga ada PT Baramutiara Prima yang menambang di Sumatera Selatan akan memasok untuk pembangkit di 3 lokasi dengan volume 2,3 juta ton per tahun. Terakhir adalah PT Surya Sakti Darma Kencana yang menambang di Kalimantan Selatan akan memasok PLTU di 2 lokasi dengan volume 0,5 juta ton per tahun.
(lih/qom)











































