Opsi Penyelesaian Utang RDI BUMN Lewat Rescheduling
Sabtu, 14 Apr 2007 14:51 WIB
Jakarta - Kementerian Negara BUMN sudah siap menyelesaikan restrukturisasi utangRekening Dana Investasi (RDI) dan juga Subsidiary Loan Agreement (SLA) perusahaan BUMN. Opsi yang dipilih kemungkinan besar rescheduling."Tim teknis kan sudah dibentuk untuk mengevaluasi masalah restrukturisasi ini. Dari 4 cara penyelesaian yang ada, cara yang kebanyakan dipakai adalah dengan perubahan persyaratan dan rescheduling," jelas Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu.Hal itu diungkapkan Didu, disela-sela acara Forum Koordinasi BUMN, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (14/4/2007).Didu mengatakan bahwa ada hampir 30 BUMN yang terkait dengan masalah utang RDI dan SLA ini. "Jadi tidak semua BUMN terkait masalah utang ini, yang 30 itu adalah yangutang RDI atau SLA-nya macet," ungkapnya.Didu menjelaskan restrukturisasi utang juga bisa dilakukan dengan cara hair cut atau penghapusan RDI atau SLA pada beberapa BUMN.Sebelumnya Menneg BUMN Menurut Sugiharto mengatakan, lambatnya penyelesaian utang RDI dibeberapa BUMN disebabkan oleh adanya bunga yang terlalu tinggi, sehingga menimbulkan kesulitan keuangan di BUMN bersangkutan.Nilai utang RDI/SLA seluruh BUMN pada akhir tahun 2005 mencapai Rp 46,16 triliun, dan meningkat hingga Rp 50,65 triliun pada September 2006.RDI merupakan dana pinjaman yang dikucurkan pemerintah untuk kegiatan investasi dan modal kerja kepada badan usaha milik negara dan badan usaha milik pemerintah daerah. Dananya berasal dari pinjaman luar negeri baik itu bilateral atau multilateral.
(dnl/ir)











































