Fit and Proper Test Direksi Pegadaian Dipertanyakan
Senin, 16 Apr 2007 11:45 WIB
Jakarta - Sejumlah pejabat eselon II Perum Pegadaian menghadap Menteri Negara BUMN Sugiharto untuk mempertanyakan hasil fit and proper test direksi.Sekitar 10 orang pejabat eselon II Perum Pegadaian yang hendak meminta klarifikasi itu kini tengah melakukan pertemuan di lantai III, Kantor Menteri Negara BUMN, Jl. Wahidin Raya, Jakarta (16/4/2007)."Kami mau mengklarifikasi masalah ini, jadi ada 27 pejabat eselon I yang terdiri dari 16 General Manager dan 11 kakanwil yang mempertanyakan ketidaktransparanan dan ketidak-fair-an fit&proper test pemilihan direksi," ujar Kakanwil DKI Jakarta Perum Pegadaian Sanjoko. Kepala Satuan Manajemen Resiko Perum Pegadaian Victor Siahaan menambahkan, para pegawai merasa dibohongi mengenai masalah pemilihan direksi ini. "Sebenarnya fit and proper test sudah dilakukan di lembaga LPPM pada 15 Mei 2006, tapi hasilnya tidak jelas, dan pada 11 April 2007 tiba-tiba Meneg BUMN memanggil 4 orang untuk diseleksi oleh dia, padahal kan ada 31 yang sudah menjalani seleksi tahun lalu," ungkapnya. Victor menambahkan bahwa penunjukkan Direktur Utama dan Direktur Umum perum berdasarkan kriteria yang tidak jelas. "Apalagi Dedi Kusdedi (Dirut) dan Syaiful Husim (Dirum) sudah 2 periode menjabat," ujarnya. Protes para pejabat Perum Pegadaian itu ditanggapi dengan ketus oleh Sekretaris Meneg BUMN Said Didu, yang menegaskan bahwa seharusnya masalah ini tidak dipermasalahkan lagi. "Untuk apa serikat pekerja mempermasalahkan ini, mereka sudah tidak ada hubungannya lagi, sudahlah jangan dibahas lagi yang seperti ini," jelasnya.
(dnl/qom)











































