Lampu Indonesia Laris Manis Di Timur Tengah

Lampu Indonesia Laris Manis Di Timur Tengah

- detikFinance
Selasa, 17 Apr 2007 14:06 WIB
Jakarta - Di Indonesia lampu buatan Cina mungkin merajalela, tapi di Timur Tengah lampu buatan Indonesia justru lebih meraja mengalahkan lampu Cina.Bahkan untuk kualitas yang sama, lampu Indonesia bisa dijual 30 persen lebih mahal dibanding lampu Cina.Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT Tjipto Langgeng Abadi Soetjipto Hadiprajitno saat jumpa pers di Departemen Perindustrian hari ini Selasa (17/4/2007).Menurut Soetjipto, ini dikarenakan strategi lampu Cina yang sejak awal masuk memasok produk terlalu banyak dan dijual dengan harga murah. Sehingga memberi kesan barang murahan, padahal kualitasnya sama."Selain itu juga karena kita memang sudah masuk duluan, sudah sejak tahun 80-an. Jadi sudah lebih dipercaya," ujarnya.Soetjipto menuturkan, nilai ekspor lampu pijar Indonesia ke Timur Tengah sekitar US$ 150 juta per tahun. Kebanyakan diantaranya diekspor ke Dubai. Selain itu, lampu ini juga diekspor ke Arab Saudi, Uni Emirate Arab, Qatar, dan Jordan."Biasanya dari Timur Tengah itu disebar lagi ke Afrika," tambahnya.Sementara Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo menambahkan dalam 3 tahun diharapkan Indonesia sudah tidak mengimpor lampu lagi.Impor lampu hemat energi pada tahun 2006 memang menurun dari tahun sebelumnya. Pada 2006 tercatat impor sebanyak 52.847.272 unit sampai bulan November, sedangkan 2005 mencapai 63.788.566 unit.Walau jumlah impor menurun, namun nilai impor justru meningkat, yaitu dari US$ 35,377 juta pada 2006 menjadi US$ 38,992 juta pada 2007. (lih/hdi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads