Asing Belum Sentuh Sektor Riil

Hingga Kuartal I-2007

Asing Belum Sentuh Sektor Riil

- detikFinance
Selasa, 17 Apr 2007 15:05 WIB
Jakarta - Investor asing masih belum menyentuh sektor riil Indonesia pada kuartal I 2007. Investor asing lebih memilih menempatkan dananya di sektor finansial karena kondisi sektor riil yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.Hal ini diungkapkan oleh Ekonom Kepala Bank Mandiri Martin Panggabean, dalam Ringkasan Eksekutif Economic Outlook kuartal I 2007, di kantornya, Jl. Gatot Subroto, Jakarta (17/4/2007). "Investor masih belum percaya kepada kondisi sektor riil di Indonesia, karena itu capital inflow atau masuknya arus dana asing ke pasar finansial, sama seperti 3 bulan lalu," ujarnya. Akan tetapi, menurutnya, instrumen investasi yang diminati adalah obligasi jangka pendek. Selain itu, lanjut Martin, investor tidak mau menyimpan uangnya untuk instrumen jangka panjang, dan hanya instrumen-instrumen yang paling lama 5 tahun. "Ada indikasi bahwa mereka belum sepenuhnya percaya diri," ujarnya. Dengan investasi yang justru mengalir ke sektor finansial, Martin menilai perekonomian Indonesia selama kuartal I-2007 dalam indikasi 'lampu kuning'. "Kondisi indikator pendukung sektor riil semakin menurun, dan juga tidak adanya dukungan yang serius dari pemerintah," jelasnya.Martin memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2007 akan mencapai 6,1%. "Namun pertumbuhan tersebut masih dominan didukung oleh membaiknya kondisi finansial, belum didorong dari sisi sektoral," ungkapnya. Pertumbuhan ekonomi yang sehat, lanjut Martin, harus didukung oleh pertumbuhan sektor riil dan sektoral mengingat sektor tersebut banyak menyerap tenaga kerja," ungkapnya.Terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sangat kencang melaju akhir-akhir ini, Martin menilai posisi IHSG dibandingkan bursa regional lainnnya sudah sangat tinggi. "Hal ini menimbulkan akan adanya koreksi indeks menjadi semakin besar, karena itu pasar saham terkena imbas capital inflow ini dan menyebabkan valuasi saham menjadi tidak atraktif lagi karena PE ratio 15X," imbuhnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads