Karyawan Mogok, Produksi Freeport Normal
Rabu, 18 Apr 2007 12:38 WIB
Jakarta - Aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai 18 April ini sejauh ini belum menggangu proses produksi emas dan tembaga secara penuh.Demikian keterangan dari juru bicara PTFI Mindo Pangaribuan, kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (18/4/2007)."Kegiatan kami tetap berlanjut. Kami tetap menjalankan produksi konsentrat secara penuh, serta kegiatan pengapalan logam dan konsentrat tidak terpengaruh," ujar Mindo.Aksi mogok karyawan PTFI yang tergabung dalam Tonggoi Papua tersebut menuntut adanya persamaan gaji dengan karyawan pendatang yang relatif lebih tinggi. Aksi mogok sekitar 3.000 karyawan itu rencananya akan berlangsung hingga 20 April 2007.Mindo memaparkan bahwa komunikasi dan pembahasan antara manajemen senior PTFI dengan pimpinan Tonggoi Papua tetap terbuka guna membahas dan mencari kesepakatan tuntutan."Pintu tetap terbuka bagi pimpinan T-P (Tonggoi Papua) untuk berkomunikasi dengan manajemen, guna memaparkan dan membahas permasalahan yang terkait," jelas Mindo.Ditambahkan Mindo, PTFI juga tetap berpegang pada komitmen untuk senantiasa memajukan karyawannya yang merupakan warga Papua asli.Dalam kurun waktu 10 tahun, tenaga kerja Papua asli didalam PTFI telah meningkat secara signifikan. Pada tahun 1996, ketika PTFI mencanangkan komitmennya untuk meningkatkan pekerja Papua asli, jumlah karyawan Papua asli di PTFI baru sekitar 800, dan hingga Januari 2007 telah meningkat menjadi lebih 3.000 karyawan.
(hdi/ir)











































