3 Lapangan Migas Jadi Andalan
Rabu, 18 Apr 2007 13:07 WIB
Jakarta - Untuk mencapai target kenaikan produksi migas 30% pada 2009, 3 lapangan migas akan menjadi andalan. Ketiganya adalah lapangan Caltex, Cepu, dan lapangan-lapangan baru milik Pertamina. Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya di acara diskusi panel 'Tantangan dan Strategi Mengejar Target Produksi Minyak 1,3 juta bph pada 2009' di hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (18/4/2007). Untuk lapangan Caltex yang dikelola Chevron Pacific Indonesia, pemerintah meminta agar penurunan produksi minyak dari lapangan ini bisa dikurangi. Berdasarkan kajian, penurunan produksi minyak Caltex bisa diminimalisir. "Rupanya Caltex ini tua-tua keladi. Dia memang lapangan tua, tapi setelah diteliti, ternyata penurunan produksinya bisa dikurangi sehingga produksinnya masih bisa ditingkatkan," ujarnya. Caltex menjadi penting karena selama ini berkontribusi hingga 45% dari produksi minyak nasional. Sedangkan untuk lapangan Cepu, pemerintah ingin agar produksi Cepu bisa dipercepat menjadi akhir 2008, atau paling lambat 2009. Namun langkah ini tersandung permintaan Mobil Cepu Ltd, sebagai pengelola, yang meminta insentif Domestic Marketing Obligation (DMO). "Mereka (MCL) memang pernah mengatakan, tapi belum memasukkan secara resmi. Tapi kita siap untuk fast track," ujar Purnomo. Selain soal DMO, produksi di Cepu juga terkendala pembebasan lahan untuk pembangunan pipanya. Karenanya pemerintah menyarankan penggunaan fasilitas bersama dalam hal ini pipa milik Petrochina. Produksi minyak dari Cepu diprediksi mencapai 80 ribu barel per hari. Selain itu, peningkatan ini juga mengandalkan percepatan pengembangan lapangan-lapangan baru milik Pertamina. Lapangan andalan Pertamina antara lain adalah Pondok Tengah dan Tambun di Bekasi yang produksinya mencapai 40 ribu barel per hari. Sedangkan untuk peningkatan produksi gas, 6 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan menjadi andalah. Keenamnya adalah Premier Oil di Natuna, Conoco Phillips di Suban 1,2 dan 3, Eni Spa di Kruweng Maneh, Petronas Carigali di Muria Kepodang, Medco dan Pertamina di Senoro, dan Medco di Blok A. Purnomo juga menyarankan agar industri pengguna gas yang berlokasi di daerah defisit gas seperti Sumatera Utara mulai beralih menggunakan energi alternatif seperti gasifikasi batubara. Karena belum ada alat yang memadai untuk memasok gas ke daerah tersebut. "Kalau defisitnya di Sumut, surplusnya di Kaltim, gimana bawanya coba?" tegas Purnomo.
(lih/qom)











































