Pasar Elektronik RI 2010 Bisa Capai Rp 32 Triliun
Rabu, 18 Apr 2007 17:05 WIB
Jakarta - Potensi pasar elektronik dalam negeri tahun 2010 bisa mencapai Rp 32 triliun. Volume pasar tersebut akan terus naik jika pemerintah menurunkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) barang elektronik.Di tahun 2006 pasar elektronik mencapai Rp 22 triliun, yang 36 persen diantaranya atau Rp 8 triliun dipasok dari industri dalam negeri.Kapasitas produksi industri elektronik dalam negeri bisa meningkat jika didukung insentif pajak seperti penurunan atau penghapusan PPnBM.Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik Indonesia (Gabel) Rachmat Gobel di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/4/2007)."Berapa nanti kita punya porsi itu tergantung kebijakan sekarang. Apakah pemerintah mau menurunkan PPnBM?" ujar Rachmat.Ekspor elektronik jika PPnBM diturunkan diprediksi meningkat dari US$ 6,7 miliar menjadi US$ 15 miliar. Rachmat menambahkan jika PPnBM barang elektronik yang saat ini sebesar 10-20 persen dihapuskan, maka akan memberikan kesempatan untuk mengundang investor membangun pabriknya di Indonesia."Di sini kan pemain global sudah ada, sudah ada Toshiba, Sonny dan lain-lain tinggal insentif saja, nanti dia datang sendiri," katanya.Pada tahun 2003 pemerintah pernah menghapus PPnBM untuk produk televisi dengan ukuran 20-24 inchi."Kita minta penghapusan sekarang karena televisi yang besar inchinya menekan televisi yang kecil," katanya.Menurut Rachmat, kategori produk elektronik yang termasuk barang mewah saat ini sudah usang."Kategorinya apa, hand phone (HP) sekarang sudah bukan barang mewah lagi, anak-anak sekolah sekarang banyak yang pakai," katanya.Mengenai kemungkinan Indonesia menerapkan cukai produk elektronik seperti di Malaysia, Rachmat menilai hal itu tidak mungkin. Karena pasar elektronik di Indonesia cenderung tidak terkontrol."Kita kan gak bisa kontrol, negara kita kepulauan, aparat kita tidak banyak. Enggak bisa tiap satu kilometer dijagain" kata Rachmat.
(ir/qom)











































