Cadangan Batubara di Sumsel Naik 5 Kali Lipat

Cadangan Batubara di Sumsel Naik 5 Kali Lipat

- detikFinance
Kamis, 19 Apr 2007 13:17 WIB
Jakarta - Cadangan batubara yang teridentifikasi di Sumatera Selatan meningkat hampir 5 kali lipat. Dari data sebelumnya, yaitu 2,6 miliar ton, kini cadangan batubara meningkat menjadi 12 miliar ton. Sementara sumber daya batubara yang teridentifikasi pun meningkat hampir 2 kali lipat dari 26 miliar ton. Cadangan merupakan sumber daya yang sudah dipastikan ada dan bisa dieksplorasi. Peningkatan cadangan batubara ini ditemukan tim Joint Study Evaluatin of Coal Resources and Reserves in Indonesia yang diumumkan di Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (19/4/2007). Tim ini merupakan kerjasama antara Badan Geologi DESDM dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization of Japan (NEDO) yang bekerja sejak 2004. Presiden JCOAL, Dr Ando yang memayungi proyek ini menyatakan, proyek ini dilandasi seringnya simpang siur data batubara di Indonesia. "Sistem ini bisa dijadikan standar untuk perhitungan yang bisa dipercaya dan akurat," ujarnya dalam acara tersebut. Menurut Kepala Badan Geologi Bambang Dwiyanto, lokasi selanjutnya yang akan dihitung adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Proyek di Kalimantan tersebut dimulai bulan ini dan akan dilaksanakan selama 2 tahun kedepan. Jika di Sumsel tambang yang dihitung kebanyakan adalah tambang batubara milik BUMN seperti PTBA, namun di Kalimantan akan lebih banyak menggunakan data dari perusahaan tambang swasta. Karenanya, Direktur NEDO Ishigaki menawarkan promosi ke importir Jepang bagi perusahaan tambang batubara swasta di Kalimantan yang bersedia menyerahkan data-datanya. "Bagi para perusahaan yang bersedia menyerahkan datanya akan diberikan hasil analisisnya, dan akan dipromosikan pada importir di Jepang," ujarnya. Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro meminta agar studi penghitungan ini diperluas, tak hanya Sumatera dan Kalimantan. "Ketersediaan data ini menjadi insentif sekaligus mengurangi resiko usaha. Walau baru di Sumsel, ini bisa ke wilayah lain," ujarnya. Indonesia merupakan negara pemasok batubara terbesar ke Jepang. Makanya kondisi batubara di Indonesia menjadi sangat penting bagi Jepang. Tahun lalu, dari produksi sekitar 193 juta ton sekitar 148 juta ton diekspor dan sisanya digunakan untuk dalam negeri. Dari angka ekspor itu, 31 juta ton diekspor ke Jepang. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads