Investor Asing Serbu Depdag

Tanyakan DNI

Investor Asing Serbu Depdag

- detikFinance
Kamis, 19 Apr 2007 18:34 WIB
Jakarta - Puluhan investor asing menyerbu kantor Departemen Perdagangan. Mereka ingin meminta kejelasan tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) yang akan tertuang dalam PP Penanaman Modal.Investor asing yang difasilitasi oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) itu merasa cemas tentang kepastian investasi di Indonesia meski UU penanaman Modal(PM) sudah rampung.Ketua Umum APINDO Sofyan Wanandi yang ditemui usai pertemuan di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (19/4/2007) mengatakan, investor asing yang hadir berasal dari Jepang, Amerika, Korea, Eropa dan Belanda."Mereka ingin mendapatkan dari Mendag sesuatu yang pasti tentang pemberitaan daftar negatif investasi di media massa sampai seberapa jauh kebenarannya. Ada kekhawatiran daftarnya semakin panjang sehigga mereka tidak welcome," jelasnya.Menurut Sofyan, berita yang simpang siur tentang DNI membuat para investor cemas. "Isu keluar yang mereka terima itu misleading sekali. Mereka memperlihatkan banyak berita di media asing yang memperingatkan investasi di Indonesia untuk dihentikan dulu," keluh Sofyan.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, para pengusaha memang minta kejelasan dan transparansi terutama mengenai DNI. "Intinya daftar tersebut diharus digunakan untuk menjaga kepentingan nasional," ungkapnya.Mari mengaku dirinya memberi penjelasan secara garis besar tentang peraturan implementasi dari UU PM yang saat ini belum final. "Khususnya mengenai daftar sektor tertutup dan terbuka dengan syarat serta tata cara penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu," ungkap Mari. Yang pasti, pemerintah akan berusaha untuk membuat DNI itu transparan bagi publik. "Kalau dulu agak tidak jelas karena daftarnya tidak bisa diakses oleh publik, sekarang yang kita ingin buat itu daftarnya trasnparan sehingga publik atau investor bisa memahami arah kebijakan pemerintah," tambah Mari. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads