RI Tak Peduli Kasus Wolfowitz
Jumat, 20 Apr 2007 13:17 WIB
Jakarta - Skandal gaji pacar Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz ternyata hanya heboh bagi negara-negara Eropa, AS dan Afrika. Negara-negara Asia, termasuk Indonesia ternyata tak terlalu peduli dengan kasus tersebut.Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam jumpa pers penjelasan hasil 'Spring Meeting World Bank dan IMF' di kantornya Jalan Taman Surapati, Jakarta, Jumat (20/4/2007).Spring Meeting itu sendiri akhirnya sama sekali tidak membahas kasus Wolfowitz, meski ada tekanan dari negara-negara Eropa agar mantan arsitek perang Irak itu mundur. Untuk membahas masalah Wolfowitz, 24 anggota Dewan Bank Dunia menggelar pertemuan pada pekan ini."Negara Amerika dan Afrika itu mendukung (Wolfowitz). Kalau negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Indonesia itu tidak terlalu berkepentingan. Kita kan nggak didengar," tegas Paskah.Bagaimana sikap Indonesia, mendukung atau menolak Wolfowitz? "Dia kenal kita. Suara kita kan nggak dikenal, nggak didengar," ujarnya.Wolfowitz tengah menghadapi desakan mundur setelah munculnya skandal gaji pacarnya, Shaha Riza. Wolfowitz diketahui telah menaikkan gaji pacarnya secara tajam sehingga ketika Riza dipindahkan ke Deplu AS, mendapatkan kenaikan gaji yang tajam.Meski sudah meminta maaf, Wolfowitz tetap dikecam dan menghadapi desakan untuk mundur. Keputusan Wolfowitz dianggap terasa menyakitkan ditengah upayanya memberantas korupsi atas proyek-proyek yang didanai Bank Dunia.
(qom/ir)











































