Dana Restrukturisasi Tekstil Akhirnya Mengucur Rp 175 Miliar

Dana Restrukturisasi Tekstil Akhirnya Mengucur Rp 175 Miliar

- detikFinance
Jumat, 20 Apr 2007 17:41 WIB
Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) hari ini secara resmi meluncurkan program bantuan restrukturisasi mesin bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tahap pertama dengan pagu anggaran Rp 175 miliar dari total Rp 255 miliar. Namun pemberian bantuan subsidi ini tidak berlaku surut sehingga bantuan tidak dapat diberikan bagi para pemohon yang melakukan kegiatan investasi sebelum 1 Januari 2007.Bantuan tahap I lewat skim I ini untuk sementara hanya dikhususkan bagi industri TPT skala besar. Bentuk bantuannya adalah dalam bentuk potongan harga pembelian mesin sebesar 11% dari nilai mesin yang dikeluarkan dari DIPA Depperin tahun anggaran 2007. Dana itu diberikan kepada setiap perusahaan TPT yang akan melakukan peningkatan teknologi.Potongan harga untuk skim I tersebut hanya bersifat penggantian (reimburse) dengan menunjukkan bukti invoice dan B/L (bill of loading/dokumen muat).Demikian disampaikan Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari saat konferensi pers di Departemen perindustrian, Jakarta, Jumat (20/4/2007)."Program ini adalah program 2007 dan akan berakhir 31 Desember 2007, sementara proses pendaftarannya dari 23 April - 29 Juni 2007. Kalau para pemohonnya banyak sedangkan anggaran sudah habis maka bisa menuggu tahun depan," paparnya.Ansari menambahkan, sisa dana bantuan kredit pembiayaan sebesar Rp80 miliar akan dialokasikan pada skim II yang khusus untuk membantu industri TPT skala menengah ke bawah.Program untuk produsen besar ini diharapkan dapat memacu kegiatan investasi melalui penyerapan kredit investasi dari pihak perbankan dan lembaga nonbank hingga Rp1,71 triliun dengan asumsi penyaluran untuk permesinan garmen (30%), kain lembaran (50%), dan pemintalan (20%)."Depperin telah memutuskan untuk melibatkan PT Surveyor Indonesia sebagai lembaga penilai independen (LPI)dan PT Sucofindo sebagai konsultan manajemen dan monitoring (KMM)." tambahnya.Dengan program ini ditargetkan ekspor TPT pada tahun 2009 sebesar US$ 11,8 miliar sert penyerapan tenaga kerja langsung sebesar 1,6 juta. (arn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads