JK 'Sentil' Buruh dan Pengusaha
Sabtu, 21 Apr 2007 17:45 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla (JK) membuka Kongres Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) ke-V. JK meminta demo buruh tidak anarkis. Pengusaha pun diminta menyayangi buruh."Mari berdemokrasi secara damai. Hindarkan kekerasan dalam organisasi kita," kata JK saat membuka Kongres V Konfederasi SBSI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (21/4/2007).Dikatakan JK, unjuk rasa buruh yang kerap dibarengi dengan kekerasan, pengrusakan fasilitas pabrik merupakan salah satu penyebab enggannya investor menanamkan modal di Indonesia. Terlebih, aksi kekerasan itu tidak jarang berujung pada penyanderaan manajer perusahaan.Akhirnya, lanjut dia, investor yang kehilangan aset produksinya meninggalkan Indonesia. Sementara investor baru takut datang. Itu berarti jumlah lapangan kerja menyempit dan pengangguran bertambah."Tanpa pabrik, tanpa mesin-mesin, tanpa wirausahawan, kita akan menjadi penganggur-penganggur terbesar di bumi ini," ujar JK.Sebaliknya, JK juga mengingatkan pada para pengusaha untuk memperlakukan para buruh secara manusiawi dan adil. Menurut dia, buruh merupakan aset penting dalam aktivitas produksi yang menjadi sumber penghasilan bagi pengusaha."Pada para pengusaha, perhatikan buruh-buruh Anda seperti menyayangi anak-anak sendiri karena tanpa buruh, Anda juga kan menjadi pengangguran," kata Kalla.Acara ini juga dihadiri Menakertrans Erman Suparno, Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo dan 1.000 delegasi pengurus SBSI se-Indonesia.
(aan/asy)











































