Kwik: Pertumbuhan Ekonomi RI Paling Realistis 5 %

Kwik: Pertumbuhan Ekonomi RI Paling Realistis 5 %

- detikFinance
Senin, 23 Apr 2007 12:50 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit untuk mencapai angka 6-7 persen tahun ini karena masih banyaknya kendala antara lain pembangunan infrastruktur yang lambat, belum adanya kepastian hukum, dan juga masalah perburuhan. Ekonomi paling banter tumbuh sebesar 5 persen.Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi yang juga mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie di sela-sela acara Sosialisasi Rancana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 di Kantor Bappenas, Jalan Taman Surapati, Jakarta, Senin (23/4/2007)."Secara riilnya 5 persen sudah sangat bagus. Tapi kalau mau dipaksakan tumbuh 6-7 persen itu bisa saja, undang investor asing, dan katakan anda boleh mengeduk kekayaan alam Indonesia sebebas-bebasnya," sindirnya.Dengan begitu, lanjut Kwik, Indonesia akan kebagian royalti dan penerimaan dari pajak. akan tetapi kekayaan alam yang mahal akan menjadi milik investor asing. "Jadi dalam statistik nanti tercatat angka PDB-nya naik, karena produksinya di Indonesia, sesudah itu kekayaan dibawa mereka, dan itu tercatat dalam statistik sebagai ekspor yang meningkat, kalau mau dengan akal-akalan statistik seperti itu bisa," ujarnya.Kwik juga pesimistis kemiskinan bisa ditekan menjadi 5 persen pada tahun 2025 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. Menurutnya angka tersebut tidak realistis."Karena tidak ada upaya pemerintah ke arah situ, hal itu tidak realistis dan program kemiskinan itu tidak hanya membagi-bagikan uang saja. Kan katanya anggaran kemiskinan itu kan Rp 51 triliun tapi itu tidak jelas karena tidak ada program-program untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dengan menggunakan anggaran tersebut, jadi pemerintah tidak boleh hanya membagi-bagikan uang saja," ujarnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads