Kadin Tak Peduli Reshuffle
Selasa, 24 Apr 2007 12:35 WIB
Jakarta - Rencana perombakan kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditanggapi dingin oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Padahal biasanya suara Kadin paling nyaring.Namun kini Kadin mengaku tidak peduli dengan reshuffle kabinet. Kadin menilai lebih mementingkan peningkatan kinerja pemerintah untuk memperbaiki ekonomi. Demikian disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat disela-sela Indonesia Business Outlook and Strategy di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (24/4/2007). "Dari perspektif Kadin, reshuflle itu mau radikal kek, mau sedikit kek atau tidak reshuffle, yang penting kinerja pemerintah meningkat. Sebab kalau tidak meningkat, dengan ada atau tidaknya reshuflle saya tidak melihat pemerintah bisa bekerja tahun 2008 untuk perbaiki ekonomi," tutur Hidayat.Menurutnya, untuk memperbaiki kinerja pemerintah yang pertama diperlukan adalah menteri-menteri khususnya menteri ekonomi yang lebih kompeten dan mendapat dukungan politik. "Koalisi pemerintah harus jelas sekarang koalisi abu-abu, back up politik sekarang masih kurang, yang saya maksud ini adalah menteri-menteri ekonomi," ujarnya.Hidayat juga menyoroti peranan dari Menko Perekonomian untuk mengkordinir menteri-menterinya. Menurutnya Menko Perekonomian saat ini harus lebih tegas agar menteri-menterinya tidak berjalan sendiri-sendiri."Saya melihat ada ego sektoral dibandingkan kesatuan mereka dalam kabinet," kata Hidayat.Hidayat juga mengatakan Menko Perekonomian saat ini tidak perlu di reshuffle asalkan bisa meningkatkan kekuatannya untuk mengkordinir menteri-menterinya.
(ard/ir)











































