Perbankan Ikut Andil Penumpukan Utang Swasta

Perbankan Ikut Andil Penumpukan Utang Swasta

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2007 13:25 WIB
Jakarta - Bunga kredit dari perbankan nasional yang lebih tinggi dibanding bank luar negeri ternyata menjadi salah penyebab tingginya utang asing swasta. Meski dana perbankan dalam negeri banyak, namun akibat tingginya bunga kredit telah membuat pengusaha memilih untuk meminjam dana asing.Pengusaha atau institusi meminjam dana asing karena alasan bunga murah dan proses administrasi yang mudah.Akibatnya hampir 30 persen pengusaha di Indonesia lebih suka pinjaman asing untuk modal kerjanya.Demikian disampaikan oleh salah wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, di acara seminar LPEM UI di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/4/2007). "Menurut saya yang pinjam ke luar negeri itu ada sekitar 30 persen, dan itu lebih banyak perusahaan besar dan perusahaan ekspor karena memang lebih murah," kata Sofyan.Sofyan menilai perbedaan tingat suku bunga kredit di luar negeri dan di dalam negeri cukup tinggi. Di beberapa negara tingkat bunga kredit hanya sekitar 5 persen. Sedangkan di Indonesia masih di atas 10 persen bahkan ada yang mencapai 14 persen, meskipun saat ini tingkat suku bunga BI ada di kisaran 9 persen."Ini semua tentunya adalah pertimbangan bisnis, mana mau pengusaha itu rugi jadi dia pilih yang murah," tuturnya.Sofyan menyarankan agar otoritas moneter segera menciptakan kondisi perbankan yang baik, sehingga memberikan efek efisiensi di dalam perbankan yang nantinya akan berdampak pada penurunan bunga kredit.Sementara Pengamat Ekonomi Indef Iman Sugema menyatakan, banyaknya pihak swasta yang melakukan pinjaman ke luar negeri tentunya tidak dapat dilarang oleh otoritas karena itu merupakan mekanisme pasar. Iman menilai BI sebagai otoritas tentunya harus menciptakan kondisi seperti menurunkan tingkat suku bunga dan menjaga inflasi pada kisaran yang rendah. (ir/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads