Deflasi April di Atas 0,04%

Deflasi April di Atas 0,04%

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2007 13:40 WIB
Jakarta - Selama tiga minggu di bulan April 2007, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya deflasi. Kondisi ini menimbulkan keyakinan BPS pada bulan April Indonesia akan mengalami deflasi. Deflasi terakhir Indonesia terjadi pada bulan Desember 2005 yang tercatat sebesar 0,04 persen. BPS memperkirakan pada April ini jika terjadi deflasi angkanya di atas 0,04 persen. Deflasi April akan terjadi karena tidak ada lonjakan harga beras.Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan di sela Indonesia Business Outlook and Strategy di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/4/2007)."Bulan ini potensinya deflasi, indikasinya harga beras kembali normal, suplai beras terus bertambah akibat panen berkesinambungan," ujarnya.Ketika ditanyakan berapa angka deflasi April dibanding Desember 2005 yang tercatat sebesar 0,04 persen Rusman mengatakan angkanya akan lebih besar."Mestinya lebih besar karena ekses suplai stok beras kuat. Terkait industri makanan, industri non makanan seperti tekstil harga normal tidak fluktuatif," ujarnya.Harga beras menyumbang 30 persen terhadap angka inflasi. Untuk komoditas lain, BPS tidak melihat adanya mengalami kenaikan harga yang luar biasa. "Memang harga turun itu bukan disebabkan oleh daya beli yang turun, itu murni karena suplai bertambah," katanya.Komoditi selain beras yang perlu diamati pergerakan harganya adalah gula dan minyak goreng. Namun karena saat ini permintaannya tidak banyak, maka kenaikan dua komoditas itu tidak akan luar biasa. Kenaikan gaji PNS yang direncanakan pemerintah juga tidak memberikan efek psikologis terhadap inflasi. (ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads