Boikot Udang RI akan Ganggu Kinerja Ekspor

Boikot Udang RI akan Ganggu Kinerja Ekspor

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2007 15:09 WIB
Jakarta - Penolakan produk perikanan RI khususnya udang oleh beberapa negara seperti AS, Taiwan, Jepang, dan Uni Eropa berpotensi mengganggu kinerja ekspor RI tahun ini. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) khawatir aksi boikot udang RI akan menurunkan kinerja ekspor RI tahun ini yang ditargetkan tumbuh 20 persen. Kadin meminta pemerintah segera bertindak dengan melakukan lobi tingkat menteri terhadap negara-negara yang menolak produk perikanan Indonesia."Ditolaknya lobster bisa menurunkan kinerja ekspor, harus dilakukan lobi tingkat tinggi lewat menteri selain memperbaiki yang dikomplain mereka," kata Ketua Kadin MS Hidayat disela-sela Indonesia Business Outlook and Strategy di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/4/2007).Seperti diketahui, ekspor lobster asal Indonesia ditolak oleh Taiwan, Jepang dan Uni Eropa. Penolakan itu akibat pengetatan standar mutu dari sejumlah negara importir besar untuk produk perikanan. Seperti Uni Eropa dan Jepang, yang menaikkan batas maksimal kadar antibiotik menjadi 1 mililiter (ml) per ton atau 1 part per billion (ppb) dari sebelumnya 1 ml per kg atau 1 ppm.Padahal menurut Hidayat, udang termasuk dalam 10 produk ekspor unggulan RI. "Kita juga tidak bisa melanggar aturan kualifikasi produk ini jadi menteri yang harus bergerak," ujarnya.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga mengakui Indonesia telah menerima 45 teguran dari Uni Eropa, 37 diantaranya mengenai udang. Selain Eropa, lanjutnya, AS juga gencar melakukan notifikasi soal udang dari Indonesia. (ard/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads