Bulog Harus Danai Sendiri Pembentukan Anak Usaha
Selasa, 24 Apr 2007 16:31 WIB
Jakarta - Perum Bulog berencana membentuk anak perusahaan yang berorientasi kepada laba. Pemerintah enggan membiayai dana pembentukkan anak perusahaan Bulog. Bulog harus talangi sendiri.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu di sela-sela Indonesia Business Outlook and Strategy di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/4/2007)."Pasti ada swasta yang mau KSO (kerja sama operasi) mengingat kultur Bulog yang sangat kuat. Jangan minta uang dari pemerintah, saya tidak setuju kalau minta dana dari pemerintah, mereka harus cari modal sendiri," ujarnya.Pembentukkan anak perusahaan Bulog ini tinggal menunggu waktu. Saat ini sudah masuk tahap finalisasi. "Ini tinggal finalisasi, kita sudah rencanakan pembentukkannya setahun ini," ujarnya.Kementerian BUMN sudah meminta penjelasan dari direksi Perum Bulog. Nantinya perusahaan ini akan diarahkan sesuai bisnis inti Perum Bulog yang bergerak di logistik dan trading."Ini merupakan tindak lanjut dari keinginan kita untuk memisahkan Bulog dari segi bisnisnya, mengingat aset Bulog itu banyak sehingga bisa dikelola secara korporasi. Saat ini yang memperdagangkan beras dengan kualitas tinggi hanya swasta semua, kenapa Bulog sampai tidak dagang," ujar Said.Rencana pembentukan anak usaha telah disampaikan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar. Anak usaha ini dibutuhkan untuk menyerap gabah atau beras dari petani, jika harga pasar di atas patokan harga pembelian pemerintah (HPP). Tanpa anak perusahaan, Bulog hanya bisa membeli gabah dan beras dengan harga sesuai patokan HPP.Namun Mustafa belum bisa merinci rencana itu, karena masih akan dimatangkan lagi di internal Bulog. "Yang jelas ini bukan pelayanan umum, melainkan bisnis," imbuhnya.
(ddn/ir)











































