Laba Honda Turun 5 Miliar Yen
Rabu, 25 Apr 2007 16:38 WIB
Tokyo -
Laba produsen mobil Jepang, Honda, turun 5 miliar yen untuk tahun fiskal April 2006 - Maret 2007. Laba tergerus karena meningkatnya biaya produksi dan persaingan yang ketat dengan produsen mobil lain di negeri asalnya Jepang. Produsen mobil itu memprediksi adanya penurunan laba akibat tingginya harga bahan baku produksi. Honda mencatat laba bersih sebesar 592 miliar yen atau US$ 5 miliar selama setahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret. Ini lebih tinggi dari perkiraan manajemen Honda sebesar 560 miliar yen. Pada tahun sebelumnya laba bersih tercatat sebesar 597 miliar yen.Laba operasi turun 2 persen menjadi 851,9 miliar yen. Namun karena pelemahan nilai tukar yen, pendapatan meningkat 12 persen menjadi 11,09 triliun yen. Demikian penjelasan manajemen Honda seperti dikutip AFP, Rabu (25/4/2007).Penurunan laba terjadi karena efek negatif dari perubahan model kendaraan, harga bahan dasar atau material yang meningkat, dan pengeluaran untuk riset dan pengembangan."Meski ada penurunan laba, penjualan mobil ada peningkatan di Amerika Utara, Asia, dan Eropa," ujar Vice President Honda Satoshi Aoki.Penjualan mobil Honda di Jepang turun 3,4 persen menjadi 672.000 mobil, sementara penjualan mobil di luar negeri malah naik 10,6 persen menjadi 2.980 juta kendaraan.Penurunan laba diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2008. Honda memprediksi laba bersih turun 2,9 persen menjadi 575 miliar yen dan laba operasi tergerus 9,6 persen menjadi 770 miliar yen.Untuk penjualan diperkirakan naik 6 persen menjadi 11,75 triliun yen. Namun tetap penerimaan akan terkena dampak tingginya harga bahan baku, biaya untuk riset dan penanaman modal.Nasib Honda diikuti Nissan, yang juga mencatat penurunan laba bersih hingga 11 persen karena penurunan penjualan. Hasil yang berbeda ditoreh Toyota. Toyota merupakan produsen mobil utama di dunia menggeser General Motor.
(ddn/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































