Merpati Tertipu US$ 1 Juta
Rabu, 25 Apr 2007 17:02 WIB
Jakarta - Sudah merugi terus kena tipu pula. Inilah yang dialami maskapai penerbangan Merpati Airlines. Maskapai penerbangan ini ditipu oleh brokernya di luar negeri sebesar US$ 1 juta.Penipuan ini terjadi ketika Merpati akan menambah 2 armada pesawatnya dengan Boeing 737-400 dan Boeing 737-500. Lalu Merpati melakukan kerja sama untuk menyewa dua pesawat itu dengan salah satu broker di Amerika Serikat.Merpati dan broker itu pun menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai tanda keinginan untuk melakukan kerjasama penyewaan pesawat itu. Kemudian pada 21 Desember 2006 pihak Merpati mentransfer dana sebesar US$ 1 juta kepada broker tersebut sebagai uang pangkal. "Anehnya uang itu ditransfer padahal leasing agreement (perjanjian sewa menyewa) belum ditandatangani," kata seorang sumber di Tim Peduli Merpati kepada detikcom, Rabu (25/4/2007) .Sumber itu menyebutkan, setelah uang itu ditransfer, pihak Merpati kemudian menghubungi broker itu pada 22 Desember 2006, namun broker itu telah menghilang. "Parahnya, MoU penyewaan itu juga belum ditandatangani, sehingga uang US$ 1 juta itu sulit untuk ditarik kembali," katanya.Kejanggalan lainnya lagi adalah penyelesaian draft agreement yang ternyata baru selesai dibuat oleh para lawyer setelah uang itu ditransfer. "Finalisasi draft agreement itu baru selesai pada 29 Desember 2006 lalu. Ini kan aneh, perjanjiannya belum selesai, kok uangnya sudah ditransfer," tutur sumber itu.Seharusnya dua pesawat itu sudah bisa mulai melayani penerbangan Merpati pada Januari 2007 lalu . "Uang sudah ditransfer, tapi pesawatnya tak kunjung datang. Ini merugikan Merpati," kata sumber itu.Tim Peduli Merpati sudah melaporkan kasus penipuan yang merugikan negara ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri. "Tapi laporan kami tidak direspons," kata sumber detikcom yang juga pilot Merpati.Dia menduga, penipuan ini disengaja oleh Direksi Merpati sebagai bentuk akal-akalan untuk mendapatkan keuntungan. "Mereka kan sebentar lagi akan diganti, saya menduga uang itu untuk "pensiun" mereka," ungkapnya.Sebenarnya, kata dia, masih banyak lagi borok-borok Merpati yang selama ini selalu disimpan rapat oleh Direksi Merpati. Dia mencontohkan soal borok pembelian pesawat buatan Cina.
(mar/ir)











































