Kebutuhan Membengkak, Pemerintah Mulai Mengais Gas

Kebutuhan Membengkak, Pemerintah Mulai Mengais Gas

- detikFinance
Rabu, 25 Apr 2007 17:13 WIB
Jakarta - Kalau dulu pemerintah terpaksa membuang-buang gas dengan membakarnya, kini pemerintah justru mulai mengais-ngais gas. Volume gas sekecil apapun dicari-cari karena kebutuhan gas kini meningkat.Demikian diungkapkan Kepala BP Migas Kardaya Warnika dalam sambutannya di penandatanganan 7 Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) di kantor BP Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/4/2007)."Gas yang selama ini dibuang kita kais kaya tukang puntung, kaya tukang pungut. kita ambil satu per satu untuk dimanfaatkan," ujarnya.Kardaya menjelaskan, selama ini pemerintah terpaksa membakar sekitar 60 juta kaki kubik per hari (mmscfd) gas secara percuma di Laut Jawa selama puluhan tahun. Pembakaran gas setara kebutuhan satu pabrik pupuk itu harus dilakukan agar gas tidak membakar perkampungan sekitar atau kapal yang lewat. "Tapi sekarang dengan peningkatan kemampuan beli gas, apalagi sudah banyak, maka sedikitpun sampai di-koretin. Setengah mmcfd pun tadi kita tandatangan," ujarnya.Dalam PJBG kali ini sebanyak 4,2705 triliun btu (tbtu) gas yang sebelumnya dibakar sia-sia (flare gas) dibeli untuk dimanfaatkan. Flare gas tersebut berasal dari lapangan-lapangan Pertamina di Jawa Barat, yaitu dari lapangan Semanggi untuk PT Titis Sampurna, lapangan Kandanghaur Timur dan Pegadean untuk PT Pertiwi Nusantara dan lapangan Sukamandi untuk Energi Kompresindo.Kardaya menambahkan, pemerintah berharap agar volume flare gas terus berkurang hingga tidak ada lagi gas yang terbuang sia-sia."Kita usahakan flare gas ditekan. Kalau bisa zero flare gas. Yang selama ini 60 mmcfd dibakar percuma, sekarang bisa dimanfaatkan dan tidak ada lagi diharapkan gas-gas yang terbakar secara percuma," ujarnya. (lih/ard)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads