Kontrak PLTU Cirebon Diteken Mei
Rabu, 25 Apr 2007 18:03 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menandatangani kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan konsorsium Marubeni pada pertengahan Mei tahun ini. Konsorsium Jepang ini merupakan pemenang tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon 1 x 600 MW. kontrak PLTU Cirebon ini merupakan satu dari sekitar 7 kontrak yang akan ditandatangani bersamaan. Hal ini disampaikan Deputi Direktur Pengelolaan Pembangkit Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP) PLN Nasri Sebayang disela-sela penandatangan 7 Perjanjian Jual Beli Gas di Kantor BP Migas, Gatot Subroto hari ini, Rabu (25/4/2007). "Kontrak PPA PLTU Cirebon tersebut merupakan bagian dari 7-8 kontrak lainnya yang akan ditandatangani saatbersamaan," ujarnya. Selain PLTU Cirebon, beberapa kontrak lainnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, Sumut berdaya 380 MW, PLTU Kaltim 2x60 MW, dan PLTU kecil lainnya di Palu, Nunukan, dan Kupang. Harga jual listrik PLTU Cirebon yang disepakati adalah US$ 4,36 sen/kWh, sedangkan harga jual listrik untuk PLTP Sarulla adalah US$ 4,64 sen/kWh. Nasri menambahkan, para pengembang harus menyelesaikan financial closing dalam 12 bulan setelah kontrak ditandatangani. Saat ini ada sekitar 100 proposal pembangunan IPP yang masuk ke PLN. Dari proposal tersebut, baru 27 yang ditandatangani dan akan ditambah 7 lagi pada pertengahan Mei nanti. "Kami targetkan seluruh penandatanganan PPA bisa selesai pada tahun ini juga," katanya.
(lih/ddn)











































