Pasokan Properti di Jakarta Tertinggi Sejak Krisis 1997
Kamis, 26 Apr 2007 15:59 WIB
Jakarta -
Pasar properti di Jakarta mengalami penambahan pasokan properti paling tinggi sejak krisis tahun 1997 pada triwulan I-2007.Hal ini dikatakan oleh Senior Manager Strategic Adivsory Group Procon Indah Arif Raharjo dalam acara Quarterly Property Market Review di Kantor Procon, Gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis (26/4/2007)."Sektor perkantoran di Jakarta memperlihatkan pasokan tiga bulanan tertinggi semenjak pasca krisis sebanyak 82.700 m2," ujarnya. Arif mengatakan ada beberapa proyek yang tengah dibangun di area Central Business District (CBD) seperti The East, atau sebelumnya bernama Menara Orienta da Gedung perkantoran di komplek Senayan City. Pembangunannya saat ini dalam tahap akhir dan diproyeksikan akan masuk ke pasar pada semester II-2007. Kedua proyek ini akan menambah sekitar 68.000 m2 ruang perkantoran ke pasar."Akan tetapi, tingkat hunian keseluruhan perkantoran di Jakarta sedikit turun dari 84,9 persen di kuartal sebelumnya menjadi 84,5 persen di kuartal I 2007 ini akibat tingginya jumlah pasokan baru," tambahnya.Sedangkan untuk pasar kondominium di Jakarta tetap merupakan sektor yang aktif dengan penambahan pasokan sebesar 5.024 unit. "Untuk kondominium, penawaran proyek pre sales berlanjut dengan ditawarkannya empat proyek baru selama periode ini," jelasnya. Dia juga menambahkan bahwa dengan adanya perkiraan keterlambatan masa konstruksi di beberapa proyek kondominium yang semula direncanakan selesai tahun 2007 akan ada 15.455 unit kondominium dari sekitar 29 proyek yang diperkirakan masuk ke pasar pada tahun 2007. Walau demikian, jumlah pasokan mendatang yang menunggu selesainya konstruksi untuk masuk ke pasar dalam tahun 2007 ini sudah merepresentasikan 30,5 persen dari jumlah total pasokan yang sekarang ada.Sementara untuk tingkat penyerapan kondominium, Arif mengatakan bahwa penyerapan di proyek-proyek existing mencapai 93,6 persen. "Untuk tingkat penjualan kondominium, tingkat penjualan kumulatif dari proyek-proyek existing mencapai 93,6 persen, meningkat sedikit dari angka kuartal lalu yang sebesar 93,4 persen dengan menyisakansekitar 3.188 unit yang kosong," ujarnya.Arif mengatakan bahwa untuk perkembangan pasokan sektor ritel di jakarta pada kuartal I ini mengalami pengurangan pasokan sebanyak 30.000 m2. "Selama kuartal I terjadi pengurangan pasokan di sektor ritel karena direnovasinya Sudirman Place dan tidak adanya pusat perbelanjaan yang rampung, tapi untuk tingkat hunian pasar ritel di Jakarta naik 1,8 persen menjadi 79,8 persen yang mengakibatkan ruang kosong sebesar 505.000 m2,namun penyerapannya naik sekitar 9.350 m2 dari kuartal lalu dengan penyerapan sebesar 22.150 m2" ungkapnya.Sementara untuk pasar apartemen sewa di Jakarta, pasokan terus berasal dari penawaran unit strata-title ke pasar sewa sekunder. "Beroperasinya The Mayflower-Marriot Executive Apartments dan renovasi dari beberapa apartemen yang sudah ada menambah jumlah unit apartemen servis sebanyak 331 unit, hal ini meningkatkan jumlah pasokan keseluruhan dari apartemen servis menjadi 2.660 unit," ujarnya.Arif mengatakan bahwa sampai dengan akhir kuartal I 2007, total pasokan kumulatif apartemen sewa adalah 26.280 unit atau meningkat sebanyak 2.696 unit dari kuartal sebelumnya. "Total pasokan mendatang yang akan masuk di tahun 2007 diestimasikan sebanyak 7.315 unit, dan ini kebanyakan akan berasal dari penawaran kondominium di pasar sewa sekunder," ujarnya.Untuk tingkat penyerapan di pasar apartemen sewa ini, Arif mengatakan bahwa tingkat penyerapannya sebesar 2.004 unit, menurun dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 3.669 unit. "Untuk tingkat hunian pasar apartemen sewa di Jakarta pada kuartal I 2007 sama dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 74,6 persen," ujarnya.Selain itu, untuk pasar kawasan industri di Jabodetabek, pasokan pada kuartal I 2007 tidak mengalami peningkatan di 7.304 Ha dengan tiadanya tambahan pasokan baru."Untuk tingkat penjualan mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,4 persen menjadi 73,8 persen, namun untuk penyerapan di kuartal ini lebih rendah 65 persen atau berjumlah 30,1 persen dari penyerapan bersih kuartal I 2006 sebesar 85,3 Ha, dan separuh dari penyerapan di kuartal I ini diambil oleh Kawasan Industri Krakatau Cilegon sebanyak 4 transaksi," ujarnya.Untuk prospek ke depannya menurut Arif, dengan rampungnya pusat perbelanjaan sewaskala besar dengan tingkat pre-komitmen yang baik dari para penyewanya pada sisa tahun ini, diharapkan akan menaikan tingkat penyerapan pada sektor ini. "Sedangkan penawaran proyek-proyek kondominium pre-sales akan berlanjut. Untuk apartemen khusus sewa pasokan tetap akan sedikit dibandingkan dengan unit kondominium yang ditawarkan di pasar sewa sekunder dan pasokan mendatang untuk lahan industri sangat bergantung dari permintaan," paparnya. Sementara untuk harga sewa dan jual pasar properti di semua sektor, Arif mengatakan bahwa prospeknya akan tetap stabil.
(dnl/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































