Pasokan Properti di Surabaya Stagnan

Pasokan Properti di Surabaya Stagnan

- detikFinance
Kamis, 26 Apr 2007 17:22 WIB
Jakarta - Berbeda dengan Jakarta yang mengalami peningkatan pasokan properti di triwulan I-2007, pasokan properti di Surabaya justru stagnan.Pertumbuhan pasokan hanya terjadi pada sektor pusat perbelanjaan yang sampai triwulan I-2007 berjumlah 734.400 m2, meningkat dibandingkan pada periode semester II-2006 yang jumlahnya 699.400 m2. Hal ini dikatakan oleh Senior Manager Strategic Adivsory Group Procon Indah Arif Raharjo dalam acara Quarterly Property Market Review di Kantor Procon, Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (26/4/2007)."Tidak terdapat pasokan baru pada pasar perkantoran, apartemen sewa, kondominum dan kawasan industri di Surabaya selama sembilan bulan terakhir ini," kata Arif. Pasokan baru hanya terjadi di sektor ritel yang berasal dari selesainya pusat perbelanjaan seperti MEX, perluasan dari Mal Galaxy, ITC Surabaya Mega Grosir, Royal Plaza, dan Pasar Atum Mall.Arif mengatakan bahwa penawaran proyek-proyek strata title pre sales terus berlangsung selama periode kuartal I tahun ini. "Dua perkantoran seluas 28.000 m2, lima pusat perbelanjaan seluas 141.100 m2 dan delapan kondominium seluas 5.312 unit baru akan selesai dan dioperasikan pada tahun 2008," jelasnya.Arif juga mengatakan bahwa penyerapan teraktif juga terjadi pada sektor ritel di 9 bulan terakhir. "Hal ini terlihat dari tingginya penyerapan dan tingkat hunian dari tiga proyek baru yaitu MEX, Mal Galaxy, dan Royal Plaza," ujarnya.Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa untuk prospek ke depannya, tingkat hunian fisik pada sektor perkantoran, pusat perbelanjaan dan kondominum rata-rata akan menurun sementara sampai tahun 2008 akibat menunggu selesainya proyek-proyek baru di sektor tersebut. "Hunian dari domestik akan mendominasi permintaan pada sektor apartemen sewa dan konominium yang disewakan, sedangkan pada sektor industri, industri logam dan kimia akan tetap menjadi sumber permintaan pada sektor industri, walaupun begitu harga sewa dan jual akan tetap stabil dengan makin kompetitifnya kondisi pasar," ujarnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads