Serikat Pekerja Tolak Divestasi Garuda ke Asing

Serikat Pekerja Tolak Divestasi Garuda ke Asing

- detikFinance
Jumat, 27 Apr 2007 09:52 WIB
Jakarta - Niat pemerintah menyelesaikan masalah di tubuh Garuda Indonesia dengan cara menjual 49 persen saham melalui strategic partner ditolak mentah-mentah Serikat Pekerja Garuda Indonesia bersatu. Mereka khawatir, lepasnya Indosat ke tangan asing akan terulang kembali."Kita dengan tegas menolak rencana tersebut. Pemerintah tidak belajar dari pengalaman ketika menjual Indosat. Sekarang Pemerintah mau membeli kembali Indosat," kata Humas Sekretariat Bersama Pekerja PT Garuda Indonesia Bersatu Tomy Tampatty ketika dihubungi detikcom, Jumat (27/4/2007).Alasan utama penolakan tersebut, lanjut Tomy, karena model penawaran strategic partner membuat nilai Garuda di mata investor sangat rendah dari potensi sesungguhnya yang dimiliki garuda. Namun jika saham Garuda ditawarkan ke pasar modal, maskapai penerbangan plat merah itu tidak mampu memenuhi syarat harus meraup untung selama 3 tahun berturut-turut."Penawaran yang masuk tentunya penawaran dengan nilai terendah. Strategic partner juga tidak dikenal dalam UU BUMN," paparnya.Tomy menilai, permasalahan di Garuda bisa tuntas jika pemerintah terutama Menteri Negara BUMN serius dalam mengambil langkah penyelesaian. Sekber Pekerja Garuda juga pernah mengusulkan beberapa alternatif penyelesaian seperti bekerjasama dengan BUMD dan pemerintah daerah hingga mengganti jajaran direksi yang tidak becus mengelola Garuda."Tidak ada satu pun usulan kita yang di dengar," keluh Tomy.Rencananya pukul 10.00 WIB hari ini Wakil Presiden Jusuf kalla akan memimpin rapat penyelesaian masalah Garuda di Istana Wapres. Opsi penjualan saham dengan cara strategic partner menjadi topik utama rapat tersebut.Menanggapi hal tersebut, Tomy menyatakan Serikat Pekerja Garuda Indonesia yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) akan menyampaikan surat penolakan langsung kepada Wapres Jusuf Kalla."Kalau bisa ketemu, akan kita sampaikan secara langsung kepada wapres," tandas Tomy.Komite Privatisasi pemerintah saat ini tengah memproses divestasi 49 persen saham Garuda. Tujuan privatisai ini untuk mendapatkan dana segar karena Garuda saat ini susah bernafas akibat terbelit utang yang tinggi.Sejumlah investor sudah menyatakan serius untuk menjadi mitra strategis Garuda diantaranya Kelompok Usaha Rajawali milik pengusaha Peter Sondakh. Maskapai penerbangan asing seperti Lufthansa juga sudah menyatakan tertarik masuk Garuda. (bal/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads