Wolfowitz Merasa Diperlakukan Buruk dan Tidak Adil
Jumat, 27 Apr 2007 11:04 WIB
Washington - Jadi bulan-bulanan memang tidak enak. Itu pun dialami Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz. Wolfowitz menuduh dewan Bank Dunia memperlakukan dirinya dengan buruk dan tidak adil.Harian New York Times seperti dilansir AFP, Jumat (27/4/2007), membocorkan surat yang dikirim Wolfowitz ke dewan Bank Dunia Rabu 25 April lalu. Wolfowitz dijadwalkan akan kembali bertemu dengan dewan pada minggu depan.Sumber AFP mengatakan Wolfovowitz akan bertemu dengan dewan didampingi pengacaranya Robert Bennet.Wolfowitz, sang arsitek perang Teluk sedang berusaha mempertahankan posisinya setelah ada skandal asmara dengan Shaha Riza. Dewan Bank Dunia juga tengah menginvestigasi kasus lain, yaitu pemberian upah yang juga dinilai berlebihan kepada ajudannya dari Gedung Putih, ketika ajudan itu disuruh bekerja dengan Wolfowitz pada bulan Juni 2005. New York Times dalam artikelnya menyebut dewan Bank Dunia dipusingkan dengan ulah Wolfowitz menyewa pengacara pribadi. Pemerintahan AS terus mendukung Wolfowitz, usai pertemuan di Gedung Putih, Presiden AS George Bush tetap mendukung koleganya itu."Saya sangat menghargai fakta bahwa Bank Dunia mengambil peran utama dalam mengurangi kemiskinan di Afrika, kepada Paul Wolfowitz, saya ucapkan terima kasih atas kepemimpinannya di Bank Dunia," ujar Bush.Namun negara-negara Eropa ngotot meminta Wolfolwitz mundur. Anggota parlemen Eropa mendesak pemimpin Uni Eropa untuk meminta Wolfowitz mundur dalam pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa dan AS pekan depan. Pertemuan ini akan digelar di Washington.
(ddn/ir)











































