Fahmi Resah Harga Minyak Goreng Terus Naik

Fahmi Resah Harga Minyak Goreng Terus Naik

- detikFinance
Jumat, 27 Apr 2007 12:24 WIB
Jakarta - Kenaikan harga minyak goreng dalam dua minggu terakhir bikin pusing Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Fahmi pun akan menyiapkan jurus menurunkan harga minyak goreng.Harga minyak curah di Jakarta dan Surabaya saat ini telah menyentuh Rp 7.500 per liter. Padahal idealnya berkisar Rp 5.000-6.000 per liter. Sementara harga minyak goreng kemasaran sekitar Rp 8.000/liter dari harga semula Rp 7.000/liter."Kita melakukan rapat bersama antara pemerintah dan swasta agar harga minyak goreng dapat dikembalikan. Ini penting karena kecenderungan harga CPO yang terus meningkat dan kenaikan harga ini akan diikuti oleh harga minyak nabati lainnya dan komoditas lainnya juga cenderung naik," kata Fahmi.Hal itu diungkapkan Fahmi usai rapat dengan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/4/2007).Depperin juga akan mengundang rapat lagi dengan asosiasi produsen CPO, PTPN dan Mendag dan Mentan pada 1 Mei nanti. "Perlu ada kebijakan jangka pendek untuk mengantisipasi harga minyak goreng yang idealnya Rp 5.000-Rp 6.000/liter yang dua hari lalu di Surabaya sudah Rp 7.500/liter sama seperti Jakarta dan kecenderungannya akan terus meningkat," kata Fahmi.Menurut Fahmi yang diinginkan saat ini ekspor CPO di pasar global tetap dipertahankan. Namun ada keseimbangan pasokan ke dalam negeri untuk industri minyak goreng maupun industri lainnya.Kebutuhan minyak goreng dalam negeri sekitar 200 ribu sampai 280 ribu ton per bulan dan di luar Jawa hanya sekitar 70-90 ribu ton per bulan. Sementara ekspor CPO tertinggi mencapai 3 juta ton per bulan."Berarti hanya sekitar 10 persen yang dibutuhkan industri minyak goreng. Sebenarnya itu sungguh-sungguh ringan, tinggal pemain besar CPO mau mem-backup kebutuhan dalam negeri disamping kebutuhan hilir," jelasnya.Fahmi juga meminta bantuan pihak kepolisian untuk dapat menangkap para spekulan minyak goreng karena menurutnya situasi seperti ini spekulan ikut bermain. Sementara itu anggota AIMMI Daud Dharsono menyatakan pengusaha minyak goreng berkomitmen menjamin pasokan dalam negeri.Menurutnya kenaikan harga CPO disebabkan faktor penurunan produksi CPO dari November 2006 ke Maret 2007 namun saat ini sudah berangsur normal."Kita usahakan harga minyak goreng di bawah Rp 7.100/liter mudah-mudahan dalam dua minggu bisa," janji Daud. (ir/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads