Royalti Rio Tinto Dipatok Tinggi

Tidak Bikin Produk Jadi

Royalti Rio Tinto Dipatok Tinggi

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 12:58 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mematok royalti yang lebih tinggi kepada Rio Tinto karena hanya menghasilkan produk setengah jadi. Hal ini dilakukan untuk mendesak perusahaan tambang asal Australia tersebut agar memproduksi hasil tambangnya sampai logam.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Korea di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (01/4/2007)."Royalti tinggi karena kita harapkan tidak menghasilkan intermediate product (produk setengah jadi), tapi final product (logam)," ujarnya.Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Departemen ESDM Simon Sembiring membenarkan hal tersebut pada kesempatan yang sama.Menurutnya, pada pertemuan Senin kemarin (30/4/2007) pemerintah menawarkan dua pilihan royalti bagi Rio Tinto."Ada 2 opsi (royalti), pertama hasilkan intermediate consentrate, kedua hasilkan logam yang lebih murah royaltinya. Policy kita, kalau intermediate kita mahalkan, sore ini kita ketemu utk bicara lagi," ujarnya.Untuk masalah pajaknya, Purnomo menyerahkan seluruhnya pada Menkeu. Sedangkan untuk retribusi daerah, akan diterapkan sesuai otonomi daerah yang berlaku.Mengenai persoalan kehutanan, Purnomo menyatakan sudah ada titik temu. Saat ini rumus perhitungannya sedang dibahas pemerintah.Rio Tinto mengajukan izin pertambangan nikel pada pemerintah Indonesia denganrencana investasi mencapai lebih dari US$ 1 miliar. Rio Tinto ingin menambang diLasamphala, Sulawesi Selatan. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads