Ekspor RI Capai US$ 9 Miliar

Angka Tertinggi Kedua

Ekspor RI Capai US$ 9 Miliar

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 14:41 WIB
Jakarta - Ekspor Indonesia kembali mencatat sejarah. Pada Maret 2007, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 9,19 miliar. Nilai ekspor tersebut berarti meningkat 10,47 persen dibanding ekspor Februari 2007. Sementara bila dibanding Maret 2006, nilai ekspor naik 22,57 persen.Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers dikantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Selasa (1/5/2007)."Nilai ekspor Maret ini adalah yang tertinggi kedua setelah Desember 2006. Dalam sejarah, nilai ekspor tertinggi bulanan berada pada Desember 2006 yang mencapai US$ 9,6 miliar," jelas Rusman.Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2007 mencapai US$ 25,86 miliar atau meningkat 15,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Ekspor nonmigas Maret 2007 mencapai US$ 7,64 miliar, naik 11,45 persen dibanding Februari 2007, atau meningkat 31,56 persen dibanding Maret 2006. Sementara ekspor nonmigas secara kumulatif mencapai US$ 21,36 miliar atau meningkat 23,48 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Maret 2007 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 269,5 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 41,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Maret 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,17 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 956,0 juta dan Singapura US$ 717,3 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,20 persen. Nilai ImporUntuk nilai impor Indonesia Maret 2007 mencapai US$ 5,44 miliar atau meningkat 16,57 persen dibanding Februari 2007 sebesar US$ 4,66 miliar.Sedangkan selama Januari-Maret 2007, nilai impor mencapai US$ 15,35 miliar atau meningkat 15,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 13,33 miliar. Selama Januari-Maret 2007 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,97 miliar atau 17,25 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 1,68 miliar dengan pangsa 14,71 persen, diikuti Jepang US$ 1,41 miliar (12,33 persen) dan Amerika Serikat US$ 1,04 miliar (9,09 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,35 persen dan Uni Eropa sebesar 13,46 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-Maret 2007 meningkat masing-masing sebesar 28,00 persen dan 15,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 4,36 persen. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads