Lonjakan Harga Minyak Goreng Hanya Berpengaruh Kecil

Lonjakan Harga Minyak Goreng Hanya Berpengaruh Kecil

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 14:55 WIB
Jakarta - Lonjakan harga minyak goreng yang cukup tajam akhir-akhir ini diprediksi tidak akan memberi pengaruh yang besar pada inflasi Mei. Selama ini, bobot minyak goreng pada inflasi cukup minim.Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers dikantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Selasa (1/5/2007)."Berapapun naiknya harga komoditi, itu tergantung pada bobot dia dalam inflasi. Minyak goreng, bobotnya di IHK (Indeks Harga Konsumen) itu hanya 1,3 persen. Jadi kalau minyak goreng naik 10 persen, sumbangan pada inflasi hanya 0,13 persen," jelasnya. Menurut Rusman, pengaruh minyak goreng terhadap inflasi sangat berbeda dengan beras yang bobotnya mencapai 6,3 persen. "Artinya, harga beras naik 10 persen, sumbangan terhadap inflasi 0,64 persen," jelasnya.Seiring turunnya harga beras, BPS mencatat deflasi pada April sebesar 0,16 persen. Dari 45 kota tercatat 30 kota mengalami deflasi dan 15 kota mengalami inflasi. Deflasi terbesar terjadi di Bengkulu 2,00 persen, dan deflasi terkecil di Bandung 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1,11 persen dan inflasi terendah di Yogyakarta 0,02 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,30 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah : kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen, kelompok sandang 0,61 persen, kelompok kesehatan 0,32 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads