Penumpang Pesawat Naik 41,43%

Penumpang Pesawat Naik 41,43%

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 15:09 WIB
Jakarta - Masyarakat Indonesia memang pelupa. Setelah sempat turun akibat maraknya kecelakaan pesawat, kini jumlah penumpang pesawat udara sudah kembali naik.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Maret 2007 mencapai 2,33 juta orang atau naik 41,43 persen dibandingkan bulan Februari 2007 dan jumlah penumpang tujuan luar negeri mencapai 515,2 ribu orang atau naik 24,99 persen.Hal tersebut disampaikan Rusman dalam jumpa pers di kantor BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Selasa (1/5/2007).Meski demikian, secara kumulatif yakni selama Januari- Maret 2007 jumlah penumpang domestik mencapai 6,12 juta orang, atau turun 9,69 persen. Sebaliknya, jumlah penumpang internasional mencapai 1,42 juta orang, naik 15,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.Rusman pada awal bulan April sempat menyatakan jumlah penumpang jasa penerbangan anjlok hingga 23,5 persensepanjang Februari 2007. Namun Rusman yakin pesawat kembali dilirik orang dalam beberapa bulan."Indonesia ini masih masyarakat pelupa. Karena sudah menjadi kebutuhan, maka dalam beberapa bulan mendatang akan kembali normal," ujar Rusman dalam konferensi pers bulan lalu.Untuk penumpang kereta api (KA) pada bulan Maret 2007 mencapai 13,41 juta orang, naik 22,23 persen dibanding bulan Februari 2007 dan jumlah barang yang diangkut kereta api naik 8,58 persen menjadi 1,36 juta ton.Selama Januari-Maret 2007, jumlah penumpang mencapai 38,34 juta orang atau naik 3,42 persen dan jumlah barang mencapai 4,06 juta ton atau turun 1,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan Maret 2007 tercatat sebesar 463,77 ribu orang atau turun 1,58 persen dan jumlah barang yang diangkut turun 6,08 persen menjadi 13,61 juta ton dibanding bulan Februari 2007. Selama Januari-Maret 2007, jumlah penumpang mencapai 1,54 juta orang atau turun 60,12 persen dan jumlah barang mencapai 40,28 juta ton atau turun 9,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads