Produsen CPO Gelar OP Minyak Goreng 100 Ribu Ton

Produsen CPO Gelar OP Minyak Goreng 100 Ribu Ton

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 15:22 WIB
Jakarta - Produsen CPO dan minyak goreng sepakat menggelar operasi pasar (OP) dengan menggelontorkan minyak goreng curah sebanyak 100 ribu ton untuk menurunkan harga yang kian melonjak.OP ditargetkan sudah bisa dilakukan pada pekan ini. Dengan OP diharapkan harga minyak goreng curah bisa kembali ke level 6.500-6.800 per kg dari saat ini dikisaran Rp 8.000/kg.Jumlah OP minyak goreng sebanyak 100 ribu ton ditujukan untuk konsumsi langsung dan bukan untuk kalangan industri. Perinciannya 80.000 ton untuk Pulau Jawa dan 20.000 ton di luar Pulau Jawa.DKI Jakarta mendapat porsi OP paling besar sebanyak 40.000 ribu. Diikuti Surabaya 25.000 ton dan Semarang 15.000 ton.Sementara di luar Pulau Jawa perincian 0P sebanyak 20.000 ribu ton adalah untuk wilayah Medan 12.000 ton dan Makassar 8.000 ton.Demikian hasil rapat antara Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Departemen Pertanian, Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/5/2007).Dalam hasil rapat tersebut disebutkan OP minyak goreng 100 ribu ton, kontribusi terbesar berasal dari PTPN III, PTPN IV, PTPN V dan PTPN XIII dengan total suplai 20.000 ribu ton.Sisanya 10.000 ton dari Grup Sinar Mas, 5.000 ton dari Musim Mas, 5.000 ton dari KPN, 5000 ton dari BEST, 5000 ton dari PT Astra Agro Lestari Tbk, 5.000 ton dari Grup Salim, 3.000 ton dari Barmex Oil and Fat dan 5.000 ton dari Minamas. Sedangkan kekurangannya akan dibahas oleh Gapki untuk menentukan siapa yang akan memenuhi."Harga ideal sebelum gejolak adalah 5.000-6.000 per kg dan setelah gejolak Rp 8.000/kg kita harapkan dengan OP harganya cepat turun," kata Menperin Fahmi Idris.Untuk mencapai penurunan harga minyak goreng itu, pengusaha mengaku akan mengurangi marjin penjualan atau bahkan tidak mencari keuntungan.Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, harga eceran tertinggi minyak goreng ditentukan oleh harga CPO dunia. Apabila harga CPO tinggi maka harga minyak goreng OP akan mendekati Rp 6.800/kg dan jika turun bisa Rp 6.500/kg."Setiap minggu kita akan cek berapa harganya dan sejauh OP bisa menekan harga," katanya. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads