Pertamina Minta Harga Gas Domestik Dinaikkan

Pertamina Minta Harga Gas Domestik Dinaikkan

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 15:30 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) berharap harga jual gas domestiknya bisa naik. Hal ini mengingat risiko yang harus ditanggung Pertamina di sektor hulu gas sangat besar. Harga jual saat ini dinilai Pertamina tidak bisa menutupi biaya risiko yang ditanggung Pertamina saat mengembangkan lapangan gas. Dirut Pertamina Ari Soemarno mencontohkan, untuk membangun sekitar 4-5 sumur gas dibutuhkan investasi sekitar US$ 35 juta. Itupun belum tentu mendapatkan gas yang diinginkan. "Kalaupun dapat kan harus cover dong yang US$ 35 juta itu untuk dapat keuntungan. Lagipula sesuai UU BUMN kita berhak atas satu keuntungan yang wajar," ujarnya usai pertemuan dengan Korea di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (1/5/2007).Ari berharap kenaikan harga tersebut akan menjadi suatu insentif bagi produsen gas agar mendapat marjin keuntungan yang lebih dari saat ini. Produsen yang dimaksud bukan hanya Pertamina, tapi semua pihak yang terlibat dalam proses produksi gas. Apalagi saat ini produksi gas sedang gencar dilakukan untuk peningkatan produksi dan cadangan. "Kita MoU dengan banyak pihak kan untuk meningkatkan produksi dan cadangan dengan cepat. Tapi untuk itu kan harus ada insentif yang jelas," ujarnya. Seperti harga gas untuk pembangkit PLN, US$ 3,5 sen/mmbtu dianggap terlalu murah jika dibandingkan harga energi lainnya. Misalkan diesel yang harganya US$ 15-16 sen/mmbtu dan minyak bakar US$ 9-10 sen/mmbtu. "Kalau sekarang generatornya mau di-switch dari diesel ke gas ya jangan minta US$ 2 atau 3,5 sen dong, yang pantes dong. Jadi produsen juga punya insentif," ujarnya. Namun jika harga gas untuk pembangkit PLN naik, maka ada kemungkinan harga listrik yang dihasilkan pun naik. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads