Korea Tertarik Tanam Investasi Rp 27 Triliun

Korea Tertarik Tanam Investasi Rp 27 Triliun

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 17:07 WIB
Jakarta - Korea tertarik menginvestasikan sekitar US$ 2,725 miliar (Rp 24,7 triliun dengan kurs Rp 9.080/US$) dan Rp 2,5 triliun di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan perkiraan pemerintah Indonesia dari hasil pertemuan Indonesia-Korea Working Group in Energy Meeting yang berlangsung 30 April hingga 1 Mei 2007.Dalam pertemuan ini Korea menyatakan ketertarikannya pada 7 proyek di Indonesia. Proyek tersebut adalah kerjasama migas Indonesia-Korea oleh KNOC, kerjasama proyek LNG Terminal dan eksplorasi dan produksi gas alam oleh KOGAS sekitar US$ 500 juta, dan kerjasaam nuklir oleh Korea Hydro and Nuclear Power Company sekitar US$ 1,5 miliar.Lalu pengembangan LPG Sumatera Selatan antara Pertamina dan Energy First Corporation sekitar US$ 250 juta, kerjasama PLTU mulut tambang Bangko Barat 4x100MW oleh Korea Western Power sekitar US$ 500 juta, kerjasama PLTU Bojonegoro 750 MW oleh KEPCO, dan kerjasama pencairan batubara oleh Korea Energy Technology dan Nuansa Gorup sekitar Rp 2,5 triliun.Selain itu pihak Indonesia menawarkan 5 sektor yang terbuka untuk investasi bagi Korea. Sektor tersebut adalah kesempatan investasi di blok migas, di sektor hilir migas, listrik dan pembangkitan listrik, kebijakan energi nuklir, dan pengembangan batubara di Indonesia."Semoga kerjasama ini bisa segera ditindaklanjuti agar bermanfaat bagi kedua negara," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam forum tersebut di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (1/5/2007).Forum ini juga dihadiri Menteri Energi, Industri, dan Komersial Korea Selatan Kim Young Ju beserta jajarannya. Pertemuan lanjutan kedua negara ini ditandai dengan penadatanganan 3 MoU dalam Indonesia-Korea Joint Working Group on Energy.Ketiganya adalah MoU antara Pertamina dan Korea National Oil Company-South Korea Corporation mengenai joint study di wilayah terbuka di Indonesia."Kita sudah MoU, kita nanti akan joint untuk wilayah yang kita minta atau ditenderkan Pemerintah atau di wilayah yang memang dimiliki Pertamina," ujar Dirut Pertamina Ari Soemarno dalam jumpa persnya usai forum ditempat yang sama.Kedua adalah MoU antara PTBA dengan Korea Resources Corporation mengenaipengembangan batubara di Indonesia.Ketiga adalah MoU kerjasama pencairan batubara antara Korea Energy Technology dengan Nuansa Grup.Selain MoU, ada sekitar 7 proyek dibicarakan serius. Yaitu PLTU Bojonegoro 750 MW, pencairan batubara, proyek migas, pembangkit mulut tambang di Sumatera Selatan,eksplorasi dan produksi gas alam, pengembangan LPG Sumatera Selatan dan pengembangan nuklir.Untuk pengembangan nuklir, Menteri ESDM Purnomo menjelaskan, kerjasama dengan Korea ini tidak bersifat mengikat dan bukan terkait pembangunan PLTN."Untuk nuklir, joint study bukan untuk pembangunan PLTN tapi lebih seperti sosialisasi ke masyarakat," ujar Dirjen LPE J Purwono di kesempatan yang sama. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads