Baru 'Pacaran', RI-Korsel Hasilkan 5 Kesepahaman

Baru 'Pacaran', RI-Korsel Hasilkan 5 Kesepahaman

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2007 19:20 WIB
Jakarta - Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk 'pacaran'. Dalam tahap awal proses PDKT (pendekatan), Indonesia-Korsel menyepakati 5 MoU kerjasama investasi, namun belum ditetapkan nilainya."Kita belum dapat angka konkretnya. Istilahnya kita ini baru pacaran," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam konferensi pers di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (1/5/2007). Dalam kesempatan itu, Mari didampingi Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Energi Kor Kim Young-Ju.Mari menjelaskan, pertemuan pertama gugus tugas Indonesia-Korea Selatan menghasilkan 5 MoU kerjasama investasi. Kelima MoU itu adalah:1. Pembangunan rel kereta dan pelabuhan untuk pengangkutan batubara di Kaltim antara konsorsium yang terdiri dari PT Nuansa Cipta Coal Investment, PT Kereta Api dan Pemda Kaltim dengan Konsorsium Posco Engineering and Construction Co Ltd dan Kene Rtec Co Ltd.2. Investasi dalam bidang farmasi untuk memroduksi infus antara Choong Wae Pharma Corporation dan PT Identrust Pharma Tech dan P & Partner Investment Co Ltd.3. Studi bersama eksplorasi gas di daerah terbuka antara Pertamina dan KNOC & SK Corp.4. Kerjasama pengembangan batubara antara PT Tambang Batubara Bukit Asam dengan Korea Resources Corp.5. Kerjasama pengembangan Direct Coal Liquefaction Project antara PT Nuansa Cipta Coal Investment dengan Posco Engineering and Construction Co Ltd dan Kene Rtec Co Ltd.Mari menambahkan, pertemuan pertama ini ditujukan untuk menilai, mengevaluasi dan tukar menukar informasi. Sehingga nilai investasinya belum diketahui persis."Namun tadi dari working group agriculture tadi menyampaikan untuk sektor kehutanan, tampaknya Korea akan menginvestasikan US$ 160 juta," jelas Mari.Selain itu, di sektor kehutanan sepakat untuk menanam kembali 100 ribu hektar hutan di Kalbar. "Kita juga menyepakati pembentukan promosi investasi, Korea Trade and Investment Agency akan membuka pusat bisnis di Jakarta," tambah Mari.Sementara Kim mengatakan, pemerintah Korea menetapkan Indonesia sebagai prioritas utama dalam peningkatan di bidang perdagangan, investasi dan kerjasama ekonomi. Indonesia sendiri juga menganggap Korsel cukup penting karena merupakan partner terbesar kelima dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 10 miliar dengan Indonesia surplus US$ 3 miliar. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads