Pembangunan Pembangkit Listrik di Palu Hemat Biaya BBM
Rabu, 02 Mei 2007 12:30 WIB
Palu - Pembangunan tiga pembangkit listrik dan satu gardu induk beserta transmisinya di Sulawesi Tengah yang memakan biaya hingga Rp 342 miliar bisa menghemat biaya BBM hingga Rp 400 miliar per tahun.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro memaparkan hal tersebut dihadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sejumlah menteri kabinet bersatu, Komisi VII DPR RI, dan pejabat pemerintah daerah saat peresmian PLTU, PLTM, di lokasi PLTU Tawaeli, Palu, Rabu (2/5/2007)."Pemakaian pembangkit listrik non BBM akan mengurangi penggunaan BMM. Untuk PLTU Palu saja, bisa menghemat sekitar 100.000 kiloliter per tahun atau senilai Rp 400 miliar," ujarnya.Pembangkit yang diresmikan adalah PLTU Palu 2X15 MW yang pembangunan unit satunya sudah selesai Februari 2007. Sedangkan pembangunan tahap dua diharapkan selesai Juli 2007.PLTU ini dibangun oleh swasta, yaitu PT Pusaka Jaya Palu Power dengan investasi Rp 275 miliar. Batubara sebagai bahan bakarnya akan diambil dari Kalimantan Timur.Pada kesempatan ini diresmikan juga 2 pembangkit listrik tenaga mini hydro (PLTM) Kalumpang 1X1.000 kW dan PLTM Hanga-Hanga II 2x1.000 kW. Keduanya juga dibangun swasta, yaitu PT Buminata Cita Banggai dengan investasi mencapai Rp 43 miliar.Sedangkan untuk Gardu Induk Tawaeli beserta transmisi 70 kV sepanjang 16 km memakan investasi sampai Rp 24 miliar.
(lih/ir)










































